Wonosobo Hebat

110 ASN Wonosobo Jelang Pensiun Dapat Pembekalan Kewirausahaan

TRIBUN JATENG/Diskominfo Wonosobo
PEMBEKALAN ASN - Sebanyak 110 ASN Pemkab Wonosobo yang akan memasuki masa pensiun tahun 2028-2029 mengikuti pembekalan kewirausahaan di Dieng Creative Hub, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menyiapkan ASN tetap produktif dan mandiri setelah memasuki masa purna tugas. 

110 ASN Wonosobo Jelang Pensiun Dapat Pembekalan Kewirausahaan


TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Sebanyak 110 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan memasuki masa pensiun pada tahun 2028-2029.

Kepala BKD Wonosobo, Iwan Widayanto, mengatakan Pemkab Wonosobo menyiapkan pembekalan kewirausahaan sebagai persiapan menghadapi masa purna tugas.

Menurutnya, kesiapan mental dan keterampilan sebelum memasuki masa pensiun sangat penting dilakukan agar ASN tetap produktif dan mandiri setelah purna tugas.

Baca juga: Pemkab Wonosobo Kejar Penurunan Zero Dose, 12.548 Anak Jadi Sasaran Imunisasi 2026

“Masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan. Pembekalan telah kita dilaksanakan pada Senin (25/5/2026) di Dieng Creative Hub. Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan para calon pensiunan memiliki bekal yang cukup untuk tetap aktif dan mandiri,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2026).

Iwan menjelaskan, para peserta dikelompokkan berdasarkan minat dan potensi usaha yang sebelumnya dipetakan melalui polling BKD Wonosobo. 

Pada tahap ini, peserta yang mengikuti pembekalan merupakan ASN dengan minat di bidang peternakan.

Menurutnya, pembekalan sengaja dilakukan sejak dua tahun sebelum masa pensiun agar para ASN memiliki kesiapan yang matang, baik secara psikologis maupun ekonomi. 

Pasalnya, tidak sedikit pegawai yang mengalami kekagetan ketika memasuki masa pensiun atau dikenal dengan post power syndrome.

“Terkadang ketika seseorang memasuki usia pensiun ada rasa kaget, karena selama menjadi ASN berada di zona nyaman dengan gaji dan tunjangan yang diterima rutin. 

Karena itu kami ingin membantu agar bapak ibu ASN memiliki kesiapan dan perencanaan sejak dini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan menyebut BKD menghadirkan narasumber dan praktisi yang telah berpengalaman menjalani masa pensiun namun tetap produktif. 

Salah satunya mantan pejabat pemerintah yang kini sukses mengembangkan usaha peternakan.

Selain bidang peternakan, BKD juga memetakan berbagai minat usaha lain seperti pertanian, perdagangan, hingga usaha mandiri lainnya. 

Pendekatan berbasis minat ini dinilai penting agar usaha yang dijalankan setelah pensiun benar-benar sesuai passion dan potensi masing-masing peserta.

“Kalau passion dan minatnya tidak di situ lalu dipaksakan, tentu akan sulit berkembang. 

Karena itu kami gali terlebih dahulu minat para ASN agar pembekalan yang diberikan tepat sasaran,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa program pembekalan merupakan bagian dari upaya Pemkab Wonosobo dalam memberikan penghargaan dan dukungan kepada para ASN yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

“Pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan sebuah langkah baru yang penuh dengan peluang. 

Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa para ASN yang memasuki masa pensiun dapat mempersiapkan diri secara mental, finansial, dan sosial untuk menghadapi kehidupan setelah tidak lagi aktif dalam pemerintahan,” ungkapnya.

Selain itu, Afif juga menegaskan bahwa masa purna tugas merupakan fase yang pasti dialami seluruh ASN sehingga tidak perlu dirisaukan, namun justru harus dipersiapkan dengan baik sembari tetap menjaga kinerja dan profesionalisme hingga akhir masa pengabdian.

“Harapan kami, pembekalan ini dapat membantu ASN dalam menjalani masa purna tugas, sehingga tetap bahagia dan sejahtera dengan tetap menjaga kinerja dan profesionalisme sebagai abdi negara,” pungkasnya. (ima)