Wonosobo Hebat

Fenomena Embun Es Kembali Menyapa di Dieng Wonosobo, Kunjungan Wisatawan Ikut Meroket

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
EMBUN ES - Embun es atau bun upas muncul di kawasan Dieng, seiring turunnya suhu udara pada musim bediding. Fenomena alam musiman ini menjadi salah satu magnet wisata yang menarik kunjungan wisatawan ke Wonosobo. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Fenomena musim dingin atau bediding yang mulai terjadi di kawasan Dieng kembali menjadi daya tarik bagi wisatawan. 

Suhu udara yang terus menurun dalam beberapa pekan terakhir hingga memunculkan embun es (bun upas) di sejumlah titik membuat kawasan dataran tinggi Dieng ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, mengatakan kondisi cuaca yang sedang berlangsung memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah. 

Baca juga: Erwin Rela Berangkat Malam demi Saksikan Embun Upas di Dieng

Berdasarkan data penjualan karcis wisata yang dihimpun UPTD Pengelolaan Obyek Wisata, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan selama awal Juni 2026.

Menurutnya, banyak wisatawan datang secara khusus untuk menikmati suasana dingin khas Dieng yang hanya terjadi pada periode tertentu setiap tahun. 

Selain merasakan suhu udara yang rendah, wisatawan juga berburu momen matahari terbit serta fenomena embun es yang menjadi ciri khas musim bediding.

“Berdasarkan pemantauan dan data kunjungan yang kami terima, musim bediding tahun ini memberikan pengaruh positif terhadap minat wisatawan untuk berkunjung ke Dieng. 

20260612_Embun es atau bun upas muncul di kawasan Dieng, Wonosobo_2
EMBUN ES - Embun es atau bun upas muncul di kawasan Dieng, seiring turunnya suhu udara pada musim bediding. Fenomena alam musiman ini menjadi salah satu magnet wisata yang menarik kunjungan wisatawan ke Wonosobo.

Banyak wisatawan yang secara khusus datang untuk merasakan suhu dingin khas Dieng, menikmati panorama alam, serta melakukan pendakian ke Sikunir dan Gunung Prau yang terkenal dengan keindahan matahari terbitnya,” ungkap Kristijadi, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, tren kunjungan pada awal Juni menunjukkan pola yang berbeda dibandingkan bulan sebelumnya. 

Jika peningkatan wisatawan pada Mei banyak dipengaruhi momentum libur nasional dan cuti bersama, maka pada Juni lonjakan kunjungan lebih dipicu oleh fenomena alam yang sedang terjadi di kawasan Dieng.

Data kunjungan menunjukkan bahwa pada akhir pekan awal Juni jumlah wisatawan mencapai sekitar 1.620 karcis per hari. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa musim bediding menjadi salah satu faktor yang mendorong wisatawan untuk datang ke Dieng dan sejumlah destinasi wisata di sekitarnya.

Fenomena embun es atau bun upas yang muncul saat suhu udara mencapai titik rendah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. 

Tidak sedikit pengunjung yang datang sejak dini hari untuk menyaksikan langsung hamparan embun yang membeku di area terbuka. 

Kondisi tersebut menjadi pengalaman unik karena fenomena serupa tidak banyak ditemukan di wilayah lain di Indonesia.

Selain itu, sejumlah destinasi favorit seperti Bukit Sikunir, Gunung Prau, Telaga Warna, dan kawasan wisata alam lainnya juga mengalami peningkatan aktivitas wisatawan. 

Cuaca yang cenderung cerah selama musim kemarau turut mendukung wisatawan untuk menikmati panorama pegunungan dan pemandangan matahari terbit yang menjadi salah satu ikon wisata Dieng.

Menurut Kristijadi, meningkatnya minat wisatawan terhadap fenomena alam tersebut menunjukkan bahwa wisata berbasis pengalaman semakin diminati. 

Wisatawan tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman khas yang hanya bisa dirasakan pada waktu tertentu.

“Fenomena embun es dan suhu dingin ekstrem merupakan daya tarik yang unik dan tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. 

Oleh karena itu, momentum ini perlu dikelola dengan baik melalui penyediaan informasi yang akurat, peningkatan pelayanan wisata, serta penguatan promosi destinasi,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya mengingatkan agar peningkatan kunjungan wisatawan tetap diimbangi dengan kesiapan seluruh pelaku pariwisata. 

Pengelola destinasi wisata, homestay, jasa wisata, hingga pengelola jalur pendakian diminta memastikan pelayanan dan fasilitas pendukung berjalan optimal untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Pelaku usaha pariwisata dalam menerapkan SOP serta standar pelayanan yang baik. Mulai dari penyediaan informasi kondisi cuaca, kesiapsiagaan petugas, fasilitas keselamatan, hingga penanganan keadaan darurat harus dipastikan berjalan optimal,” ujar Kristijadi.

Baca juga: Suhu Dieng Wonosobo Tembus Minus 1 Derajat Celsius, Ini Waktu Terbaik Saksikan Embun Upas

Ia juga mengimbau wisatawan yang berkunjung ke kawasan Dieng agar mempersiapkan diri dengan baik mengingat suhu udara pada malam hingga dini hari dapat berada pada titik yang cukup rendah. 

Penggunaan pakaian hangat, menjaga kondisi fisik, serta membawa perlengkapan pribadi menjadi hal penting untuk menunjang kenyamanan selama berwisata.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo optimistis tren kunjungan wisata akan terus meningkat seiring masih berlangsungnya musim bediding dalam beberapa waktu ke depan. (ima)