Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rumah Sakit Nasional Diponegoro Undip Serap 3.000 Pekerja

Berdirinya Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro (Undip) membuat mantan Rektor Undip, Prof Sudarto P Hadi merasa bangga.

Tayang:
Editor: rustam aji
tribunjateng/dok
Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, Semarang - Berdirinya Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro (Undip) membuat mantan Rektor Undip, Prof Sudarto P Hadi merasa bangga.

Sebagai catatan pendirian rumah sakit pendidikan untuk memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran (Dikdok).

Prof Darto mengatakan setiap universitas yang memiliki fakultas kedokteran harus dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan untuk memfasilitasi praktek kedokteran mahasiswanya. "Keberadaan rumah sakit pendidikan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa kedokteran. Kompetensi dokter nantinya bermanfaat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Prof Darto mengatakan keberadaan RSND bukan menjadi pesaing bagi rumah sakit yang lain. Keberadaan RSND menjadi pelengkap pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Kami dengan rumah sakit Dr Kariadi saling bersinergi. Kami harap terus bekerjasama demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Undip, kata Prof Darto, melalui keputusan senat menghibahkan jalan sepanjang 1,2 kilometer untuk akses menuju RSND. "Hibah jalan sepanjang 1,2 kilometer atas persetujuan senat. Diharapkan bisa membuka dan memudahkan akses menuju RSND," ujarnya.

Terkait keamanan, pihak RSND juga telah menempatkan beberapa petugas keamanan. Kompleks RSND juga merupakan kawasan steril dan terpagar. "Kawasan yang sering buat trek-trekan sudah kami tertibkan. Lampu-lampu jalan sudah diganti semua. Jadi keamanan dan kenyamanan cukup terjamin. Mungkin akan ada tambahan CCTV untuk mengidentifikasi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Prof Darto mengatakan masyarakat di luar Undip bisa mendapatkan pelayanan ke RSND. "Siapa saja bisa ke sini dengan biaya terjangkau. Dalam waktu dekat bisa menggunakan BPJS," ujarnya.

Terpisah, Direktur Utama RSND Prof Dr dr Susilo Wibowo mengatakan dirinya ingin masyarakat mengubah paradigma mengenai rumah sakit pendidikan yang menganggap pasien sebagai kelinci percobaan.

"Paradigma harus dibalik. Dokter pandai dan guru besar ada di rumah sakit ini. Bukan pasien yang diteliti. Tapi yang diteliti bagaimana mengobati penyakit dengan cara terbaru, sederhana, dan mempan. Contohnya sakit tipus, rumah sakit lain sembuh lima hari, di sini dengan cara terbaru cuma tiga hari. Atau operasi tiga hari baru pulang, tapi di sini bagaimana abis operasi bisa pulang," ujar Prof Sus.

Kurangi pengangguran

Prof Sus mengatakan jika sarana dan prasarana rumah sakit sudah 100 persen dikerjakan, RSND bisa menyerap sekitar 3.000 pekerja dari posisi cleaning service hingga tenaga medis. "Perawat dan bidan harusnya 300 orang, administrasi 150 orang, dan dokter 150 orang. Total jika bangunan full, kira-kira butuh sekitar 3.000 pegawai," ujarnya.

Perekrutran pegawai yang kompeten dari warga sekitar, kata Prof Sus, sebagai upaya memajukan rumah sakit bersama masyarakat. "Banyak pegawai dari sekitar sini. Ada yang bisa mandiin mayat kita rekrut. Tidak hanya laki-laki, wanita yang bisa mandiin mayat juga dari warga sekitar. Ada juga yang kerja jadi cleaning service," ujarnya.

Keberadaan RSND diprediksi mampu membuka ribuan lapangan pekerjaan. Seorang warga Tembalang, Semarang, Andri Widyatko memperoleh pekerjaan sebagai cleaning service di RSND setelah empat bulan menganggur.

Andri hanya lulusan SMK. Sebelum bekerja di RSND dirinya sempat bekerja sebagai cleaning service di sebuah hotel di Semarang. "Setelah keluar kerja dari hotel saya nganggur sekitar empat bulan. Dapat informasi dari temen ada lowongan di RSND lalu saya masukin lamaran. Seminggu kemudian dipanggil dan diterima. Keberadaan RSND sangat membantu saya dan teman-teman. Ada belasan orang sekitar sini yang kerja di RSND," ujarnya.

Keberadaan RSND, kata Andri, juga semakin memudahkan dan mendekatkan masyarakat sekitar Undip untuk mengakses kesehatan. (tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved