Penghuni Lahan Milik PT KAI di Samping GKK Siap Pindah Usai Lebaran
"Saya tak punya hak apa-apa di sini, ini milik KAI. Hanya pakai saja, untuk usaha kecil-kecilan," ujar Sardi, sembari duduk bersandar di balai bambu
Penulis: yayan isro roziki | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Wajah lelah dan tua Sardi (70), tampak pasrah saat ia disinggung soal lahan yang ditempatinya, Jalan Raya Semarang - Kudus, tepatnya di sekitar Gerbang Kudus Kota Kretek (GKK). Dikatakan, lahan tersebut memang milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI).
"Saya tak punya hak apa-apa di sini, ini milik KAI. Hanya pakai saja, untuk usaha kecil-kecilan," ujar Sardi, sembari duduk bersandar di balai bambu, kemarin siang.
Disampaikan, ia sudah lebih dari lima tahun tekahir membuka usaha tambal ban di lahan, yang berada persis di pinggir jalan raya itu. Disebutkan, selain dirinya ada belasan orang lain, yang sepertinya.
Diakui, ia sudah mendapat sosialisasi terkait rencana penggunaan lahan yang saat ini ditempatinya, untuk proyek taman atau rest area. Sosialisasi, menurutnya, dilakukan langsung oleh PT. KAI di kantor dinas cipta karya dan tata ruang (Ciptakaru) Kudus, beberapa waktu lalu.
"Katanya lahan ini mau dipakai Pemkab untuk taman, dan kami diminta untuk pergi. Kami sudah siap pergi dari sini, usai lebaran ini," ucapnya.
Disinggung mengenai rencana hendak memindahkan usahanya ke mana, Sardi mengaku belum tahu. Dikatakan, ia memang mempunyai tempat tinggal di perkampungan tak jauh dari tempat tersebut.
"Saya ada rumah tinggal di seberang situ, tapi kan di tengah kampung, tidak prospek untuk usaha," kata dia. (*)