Mahasiswi Tewas di Toilet Kampus UGM

Sehari Setelah Feby Tewas, SMS dari Ibu Korban Masih Dibalas

Sehari Setelah Feby Tewas, SMS dari Ibu Korban Masih Dibalas

Sehari Setelah Feby Tewas, SMS dari Ibu Korban Masih Dibalas
tribunjogja
Nur Cahaya Ningsih (48), Ibunda dari Feby Kurnia Nuraisyah (19) menunjukkan SMS terkahir dari nomor handphone anaknya 

TRIBUNJATENG.COM - Misteri kematian mahasiswi UGM asal Batam, Feby Kurnia Nuraisyah terus diungkap. Yusni Sabar Siregar ayah Feby yakin bahwa anaknya tewas dibunuh dengan cara lehernya dijerat menggunakan tali oleh pelaku..

(Penelusuran Ibunda Feby Kurnia: Yang Bawa Motor ke Giwangan Pria Tanpa Helm)

Dalam keadaan tak berdaya itu, korban dibawa ke toilet kampus. Jenazah Feby baru ditemukan lima hari kemudian, yaitu Senin tanggal 2 Mei 2016 sore. Jika tak ada halangan, Rabu 4 Mei, jenazah Feby akan tiba di Batam, yaitu di alamat orangtuanya di Komplek Nusa Jaya Blok A No 14 Batam Center. Rencananya Feby akan dimakamkan di TPU Seipanas.

(Orang Tua Feby Sadar, Sejak Kecil Anaknya Berbeda dengan yang Lain)

Yusni berharap agar pelaku segera ditangkap. Diduga, pelaku ingin menguasai harta benda dan sepeda motor milik Feby. Pelaku diduga orang yang cukup mengenal dan memahami secara baik lokasi kejadiaan. Sepeda motor yang dikenakan korban berhasil ditemukan. Kuat dugaan, pelaku melakukan aksinya hari Kamis 28 April. Leher korban dijerat dengan tali dari belakang, lalu dibawa ke toilet.

Nur Cahya Ningsih (48) ibu korban menuturkan, dirinya masih kirim SMS kepada ponsel Feby. SMS itu masih dibalas seolah-oleh yang membalas adalah anaknya. SMS dikirim hari Jumat (29/4) dan masih berbalas. Namun saat ditanyakan dimana posisi Feby, SMS itu tak lagi dibalas. Ditelepon juga tak diangkat. Ibunda pun curiga bahwa yang membalas SMS bukanlah anaknya.

Feby adalah anak pintar dan berprestasi. Dia alumni SMPN 6 Seipanas (SMP favorit di Batam). Kemudian lanjut studi ke SMKN 1 Batam dan kini menjadi mahasiswa Geofisika MIPA UGM.

Ibunda korban curiga bahasa yang digunakan dalam SMS di ponsel Feby itu bukanlah anaknya yang mengetik SMS. "Bahasanya yang digunakan tak biasa dipakai anak saya,"kata Nurcahya kepada Tribun Jogja, Selasa (3/5/2016).

(VIDEO: Begini Kondisi Toilet Tempat Ditemukanya Jenazah Feby)

Feby terakhir kontak pada Jumat (29/4/2016), waktu itu bertepatan saat orangtua mendapat kabar dari penjaga kost mengatakan Feby tidak pulang. Di SMS itu ada kata by... padahal selama ini ibunda hafal bahwa Feby nggak pernah pakai kata itu. (tribunjateng/tribunjogja/berbagai sumber)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved