Cuma 5 Menit, Pelaku UKM Bisa Belajar Dasar Pemasaran dan Bisnis Gunakan Smartphone
Melalui aplikasi itu, mereka bisa secara mudah serta cepat dalam mempelajari tentang dasar-dasar pemasaran dan bisnis
Penulis: deni setiawan | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Di tahun kedua gelaran Google for Indonesia, Google mengumumkan beberapa produk serta program terbarunya di tahun ini. Satu di antaranya adalah sebuah aplikasi bernama Google Primer.
Google Primer merupakan aplikasi edukasi mobile gratis yang ditujukan untuk para calon maupun pelaku usaha kecil, pengusaha, maupun pemasar produk bisnis.
Melalui aplikasi itu, mereka bisa secara mudah serta cepat dalam mempelajari tentang dasar-dasar pemasaran dan bisnis.
Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami mengutarakan, tidak butuh waktu lama untuk membaca atau mempelajari. Hanya butuh waktu sekitar 5 menit waktu senggang (luang) melalui smartphone mereka. Bentuknya pun sangat ringkas sehingga siapapun dapat mempelajarinya.
“Di saat sedang beristirahat, bisa mempelajarinya. Google ciptakan produk itu secara umum untuk membantu para calon maupun pemilik bisnis dalam mengasah keterampilannya di tengah perubahan serta perkembangan era digital seperti saat ini,” kata Veronica kepada Tribun Jateng di Jakarta, Kamis (25/8/2017).
Menurutnya, hal mendasarkan atau yang menjadi alasan Google menciptakan aplikasi itu yakni di saat Google dinyatakan sukses di Indonesia, para penggunanya pun demikian. Tidak terkecuali para pelaku usaha. Bentuknya yakni membantu mereka yang berada di berbagai lini bisnis dapat mencoba hal baru dan memperoleh nilai tambah.
“Kami kumpulkan dan bentuk tim kecil, mulai dari para pemasar dan pakar usaha kecil dalam menciptakan produk tersebut. Hasilnya adalah Google Primer tersebut. Yang saat ini sudah bisa didownload di Google Play Store,” terangnya.
Veronica mengungkapkan, hal istimewa dan kehebatan dari Primer itu, mereka dapat mempelajarinya secara offline. Maksudnya, setelah aplikasi itu berhasil diunduh, Primer tetap dapat berfungsi meskipun tidak ada jaringan internet sehingga pula tidak menyedot (mengkonsumsi) kouta data.
“Topiknya bermacam-macam. Saat ini total ada 24 pelajaran, mulai dari topik tentang memulai bisnis, menemukan target konsumen, membuat situs website, hingga memulai pemasaran digital. Dan semua itu dapat dipelajari secara cepat dan terpadu. Kami pula akan terus menambahkan topiknya secara relevan tanpa batasan waktu,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dan melalui aplikasi berkonsep satu arah tersebut tersedia beberapa bahasa untuk mempermudah mereka dalam mempelajari isi keseluruhan materi (pelajaran) dari tahapan satu ke tahapan berikutnya. Pelanggan bisa memilih bahasa Indonesia, Inggris, Spanyol, Hindi, Telugu, maupun Portugis.
“Mungkin saja ke depannya kami akan sediakan yang berbahasa Jawa atau bahasa daerah lainnya yang ada di Indonesia. Termasuk juga sedang kami siapkan tentang gambaran estimasi kebutuhan modal ketika seseorang memilih suatu usaha di bidang tertentu. Sembari berjalan, Google akan terus mengembangkannya,” ucapnya.
Terpisah, Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen mengutarakan, apa yang dilakukan Google selama ini adalah membangun teknologi untuk siapapun atau semua orang. Pihaknya berkeinginan setiap orang yang terhubung secara online pun memperoleh banyak manfaat dari internet.
“Saat ini kami sedang berupaya melakukan tiga hal utama, yakni memberikan akses internet yang lebih baik, mempermudah akses informasi yang relevan dan berguna, serta memberikan lebih banyak cara agar masyarakat Indonesia dapat memanfaatkannya. Dan itu semua kami buktikan melalui berbagai produk maupun program terbaru di 2017 ini,” jelasnya.(*)