Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesaksian Ambar saat Kantinnya di Kompleks Gubernur Jateng Dibakar Massa, Sempat Diteriaki agar Lari

“Kalau saya teriak, nanti ketahuan. Bisa dimassa. Mereka nggak tahu kalau saya ada di dalam,” ucapnya lirih

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rezanda Akbar
POS POLISI - Petugas polisi yang berjaga di pos polisi simpang lima Semarang yang terbakar dan kaca pecah akibat dilempari masa aksi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Malam di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (29/8/2025), berubah jadi kepanikan. Suara lemparan batu beradu dengan kaca, disusul teriakan massa.

Di tengah suasana itu, Sri Ambarwati pedagang kantin di Pemprov Jateng, hanya bisa bersembunyi di dalam mobilnya usai gas air mata ditembakkan untuk memecah massa aksi.

“Saya di dalam mobil itu karena pedas ada gas air mata, untuk meredakan jadi masuk ke mobil," kata Ambar di kantinnya, Sabtu (30/8/2025).

Selang beberapa menit, hujan batu terjadi. Batu itu diarahkan ke area parkir belakang gedung Pemprov Jateng.

Batu itu terkena kantin, mulai dari galvalum atap, meja-meja kayu jati, kaca-kaca pecah.

“Semua plafon, atap galvalum, meja-meja jati di kantin saya hancur. Kaca-kaca pecah, dilempar batu itu kaya hujan batu. Mobil saya juga kena, kacanya pecah,” tutur Ambar.

Baca juga: Sempat Lepaskan 56 Demonstran, Polda Jateng Kembali Tangkap 40 Orang Massa Aksi

Hujan batu bertubi-tubi menghantam dari segala arah. Plafon kantin penyok, kaca pecah berhamburan. 

Mobil di sekitar pun tak luput dari serangan. Ambar, yang tubuhnya kecil, meringkuk di kursi depan mobil, berharap tak ada yang sadar keberadaannya.

“Kalau saya teriak, nanti ketahuan. Bisa dimassa. Mereka nggak tahu kalau saya ada di dalam,” ucapnya lirih.

Namun rasa takut semakin menjadi ketika terdengar teriakan keras dari kerumunan. 

“Ini gimana bang, bakar saja, bakar saja!” suara itu menusuk telinganya. 

Ambar kemudian memberanikan diri untuk lari keluar meninggalkan mobilnya.

“Saya langsung keluar lari waktu ada orang teriak manggil saya, ‘Bu, lari, Bu!’. Saya keluar sambil dihujani batu dari atas,” kenangnya.

Tak lama, api menjilat bangunan kantin. Ambar menyaksikan kobaran api memantulkan cahaya merah ke langit malam.

Tiga mobil di sekitar lokasi juga hangus terbakar. Puluhan lainnya rusak, kaca pecah dan body penyok. Api dengan cepat menjalar karena banyak barang mudah terbakar di sekitar kantin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved