FOCUS
Melenggang (Jangan) Bikin Lengang
Selain membelah hutan, perbukitan dan melintasi sungai Tuntang juga pemandangan alam Gunung Merbabu menjadi daya tarik tersendiri
Penulis: iswidodo | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUNJATENG.COM - Sempat molor dari waktu yang dijadwalkan, akhirnya Tol Semarang-Solo seksi III Ruas Bawen-Salatiga resmi dioperasikan. Mulai Jumat (15/9) sore, PT Trans Marga Jateng (TMJ) melakukan soft opening pengoperasian tol sepanjang 17,6 kilometer tersebut.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengeluarkan Sertifikat Laik Operasi Jalan Tol untuk ruas jalan tol yang menghubungkan gerbang tol Bawen dengan exit tol di Tingkir Kota Salatiga per tanggal 14 September 2017. Sertifikat itu melengkapi Laik Fungsi yang sudah terlebih dahulu dikeluarkan oleh Ditjen Hubungan Darat Kemenhub pada Agustus silam.
Dengan keluarnya sertifikat tersebut menambah keyakinan pengendara untuk menggunakan jalan tol yang telah selesai bangun. Artinya pengoperasian jalan tol itu benar-benar telah siap, bukan karena desakan kebutuhan mendadak atau temporary. Selama soft opening, tarif tol masih gratis khususnya bagi kendaraan golongan 1 antara lain sedan, jip, pikap dan kategori mobil pribadi sebagaimana ketentuan Badan Pengatur Jalan Tol. Truk dan bus belum boleh menggunakan tol tersebut.
Jalan tol Bawen-Salatiga sempat viral mendunia di media sosial karena keindahan alamnya. Selain membelah hutan, perbukitan dan melintasi sungai Tuntang juga pemandangan alam Gunung Merbabu menjadi daya tarik tersendiri.
Pengendara atau pengemudi tidak boleh lengah dengan pemandangan alam yang indah karena jalan tol ini juga banyak tikungan, serta naik turun berkelok. Tol Bawen-Salatiga adalah bagian dari Tol Trans Jawa dari ujung barat di Merak hingga timur di Surabaya, akan nyambung tahun 2017 ini dan bisa digunakan untuk Arus Mudik Lebaran 2018.
Sampai kapan jalan tol baru ini gratis bagi kendaraan golongan 1, tentu hingga ada peraturan resmi atau SK terkait pemberlakuan tarif yang ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono. Selama SK itu belum keluar maka tarif tol masih gratis. Jika dihitung satu kilometer adalah Rp 1.000 maka untuk tol sepanjang 17,6 kilometer itu akan dikenakan tarif kira-kira Rp 17.500.
Dengan dioperasikannya Tol Bawen-Salatiga akan membuat pergerakaan arus barang dan jasa semakin mudah. Tentu hal ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat. Jalan tol pertama beroperasi tahun 1987 baru di Jakarta, Bogor, dan Ciawi (Jagorawi) sepanjang 59 kilometer maka saat ini sudah hadir di kabupaten bahkan melintasi desa maupun membelah perkampungan.
Bisakah kehadiran jalan tol mengurangi angka kecelakaan dan mengurai kepadatan lalu lintas. Secara bertahap, akan mengarah ke sana. Untuk saat ini, setidaknya dari Salatiga ke Semarang dan sebaliknya sudah bisa lewat jalan tol. Jalan raya konvesional penghubung dua kota itu terdapat banyak tanjakan maupun turunan curam yang sering menjadi momok bagi truk besar bermuatan berat.
Terlepas dari itu, bagi pekerja atau pebisnis bisa "ngelaju" antara Salatiga ke Semarang dalam hitungan menit. Dampaknya, pengembangan property hunian maupun bisnis tidak terpusat di kota besar. Dan menjadi tantangan pengambil kebijakan untuk berkreativitas agar pengusaha maupun UMKM lokal makin berkembang meski banyak mobil pribadi tidak masuk kota. Jangan sampai toko oleh-oleh jadi lengang, meski penjualan lewat online makin berkembang. Gubernur Ganjar Pranowo menyarankan agar pelaku UMKM diberi ruang dan memanfaatkan rest area. (tribunjateng/cetak/iswidodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tol-bawen-salatiga_20170915_192048.jpg)