TribunJateng/

Pilkada 2018

Dukung Calon Lain, Ketua DPC Kota Tegal Dicopot, Ini Penjelasan Wasekjen DPP Hanura

DPP Hanura turun langsung ke Kota Tegal untuk menyerahkan rekomendasi untuk pasangan Nursholeh- Wartono

Dukung Calon Lain, Ketua DPC Kota Tegal Dicopot, Ini Penjelasan Wasekjen DPP Hanura
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Wasekjen Partai Hanura, Afifudin (kedua dari kiri) menunjukan surat rekomendasi dari ketua umum yang ditujukan pada pasangan Nursholeh- Wartono pada Pilkada Kota Tegal 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - DPP Hanura turun langsung ke Kota Tegal untuk menyerahkan  rekomendasi untuk pasangan Nursholeh- Wartono.

Wasekjen DPP Hanura, Afifudin, mengatakan turun gunung dari Jakarta karena instruksi dari DPP yang mengusung calon petahana Nursholeh untuk maju kembali pada Pilkada Kota Tegal 2018.

"Kami datang langsung ke Tegal karena pengurus DPC (Kota Tegal) masih berseberangan dengan DPP. Sehingga, DPP menugaskan kami untuk menyelesaikan proses pendaftaran pasangan Nursholeh dan Wartono," jelas Afifudin, Selasa (9/1/2018).

Berseberangan yang ia maksud yakni Ketua DPC Partai Hanura Kota Tegal, Abas Toya Bawazier beserta pengurus Hanura Kota Tegal mendukung calon lain.

Mereka terlihat berada di KPU saat proses pendaftaran pasangan calon Dedy Yon Daryono dan Jumadi pada Senin (8/1/2018).

"Meskipun berseberangan, tidak mengurangi legalitas pencalonan Nursholeh dan Wartono," tegasnya.

Menurutnya, Hanura mengusung Nursholeh-Wartono berdasarkan perintah dari ketua umum.

Apabila, kata dia, jajaran pengurus tidak mengindahkan perintah untuk memenangkan pasangan ini, akan diambil langkah sanksi organisasi.

"Pertama, kami akan memberikan peringatan. Jika tidak mengindahkan, kemungkinan ada pemecatan," tandas Afifudin.

Saat ini, posisi Ketua DPC Hanura Kota Tegal masih kosong. Untuk pelaksana tugas, akan secepatnya dilakukan penunjukan.

Ia menambahkan, Hanura memilih pasangan yang memiliki slogan Bersholawat (Bersama Sholeh- Wartono) itu karena sejumlah pertimbangan.

Di antaranya berdasarkan popularitas dan elektabilitas.

"Kami mengusung pasangan ini, karena ingin menang dan memenangkan Nursholeh- Wartono. Apalagi, mereka incumbent (petahana). Popularitas dan elektabilitas mereka tinggi dibandingkan calon lain," imbuhnya.

Pasangan Nursholeh- Wartono didukung dua partai, yakni Golkar dan Hanura. Golkar memiliki empat kursi sedangkan Hanura dua kursi di DPRD Kota Tegal. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help