Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kabar Pahlawan Devisa

Pagi masih Telepon, Siangnya Purtiyem TKW Ungaran Dikabarkan Meninggal di Arab Saudi

Pagi masih Telepon, Siangnya Purtiyem TKW Ungaran Dikabarkan Meninggal di Arab Saudi. Keluarga berharap jenazah dipulangkan

Penulis: amanda rizqyana | Editor: iswidodo
tribunjateng/amanda
Keluarga Purtiyem (49) di Dusun Randusari Desa Glawan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Purtiyem TKW kerja di Arab Saudi dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit lambung. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Purtiyem (49) warga Dusun Randusari Desa Glawan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab saudi dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit lambung.

Diinformasikan bahwa korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi selama lima hari.

Kabar meninggalnya Purtiyem diterima oleh Jumadi (51), suami Purtiyem, dan Mariyati (24), anak kandung Purtiyem melalui sambungan telepon pada Selasa (3/4/2018) sekitar pukul 13.00.

"Sebelumnya pukul 7.00 istri saya masih sempat telepon dan mengobrol dengan anak (Mariyati) cukup lama," terang Jumadi pada Kamis (5/3/2018) siang.

Saat bertelepon tersebut Purtiyem mengatakan akan segera pulang ke tanah air dan telah menyiapkan oleh-oleh untuk ketiga cucunya.

Namun siang hari, sekitar pukul 13.00, Jumadi mendapat kabar istrinya meninggal dunia di rumah sakit.

Pihak yang menginformasikan kematian Purtiyem merupakan rekan kerja sesama TKI di Arab Saudi.

Purtiyem mengalami keluhan sakit lambung hingga mengakibatkan kedua kakinya membengkak dan mengeluarkan cairan.

Jumadi menerangkan, istrinya kali pertama berangkat sebagai TKI di Arab Saudi pada tahun 1996 melalui jasa sponsor yang kini telah meninggal dunia.

Keberangkatan Purtiyem melalui PJTKI Markoria Putra yang kabarnya perusahaan tersebut telah tutup sejak lama.

Sejak berangkat ke Arab Saudi, Purtiyem rutin pulang ke kampung halaman dan berangkat lagi untuk bekerja.

Purtiyem terakhir kali berangkat tahun 2006 dan rencananya tahun 2018 ini akan pulang setelah 12 tahun tidak kembali ke tanah air.

Namun rencana tersebut gagal.

Jumadi berharap ia dapat memulangkan jenazah Purtiyem dan tidak mengeluarkan dana untuk menanggung kepulangan jenazah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved