Gagal Digugurkan, Begitu Lahir Bayi Ini Dibekap hingga Tak Bernafas

Gagal Digugurkan, Begitu Lahir Bayi Ini Dibekap hingga Tak Bernafas. Hal itu terungkap dalam rekonstruksi

Gagal Digugurkan, Begitu Lahir Bayi Ini Dibekap hingga Tak Bernafas
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
KUBUR BAYI - Tersangka Defa memperagakan cara menguburkan bayi di halaman masjid Al Wali, Sambiroto, Semarang, dalam rekonstruksi yang digelar Polrestabes Semarang, Rabu (12/9). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi melaksanakan rekonstruksi adegan pembunuhan bayi yang baru dilahirkan oleh pasangan mahasiswa Defa (18) dan kekasihnya Maheswari (19) di dua tempat di Kota Semarang.

Rekonstruksi pertama dilakukan di sebuah kos-kosan di daerah Gang Pete, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (12/9). Ada sekitar 25 adegan di lokasi tersebut yang disaksikan oleh warga sekitar.

Di lokasi tersebut digambarkan bagaimana tersangka Maheswari Nabila melahirkan seorang bayi hasil hubungannya dengan Defa seorang diri. Wanita yang tampak mengenakan kerudung hitam itu mempraktikkan bagaimana proses persalinan ia lakukan tanpa bantuan petugas medis.

Dalam adegan ke 19, ia menunjukkan bagaimana ia membekap bayi yang baru saja ia lahirkan.

Ia mengungkapkan maksudnya adalah agar anaknya tidak mengeluarkan suara tangisan hingga terdengar oleh penghuni kos. Namun sayang bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu justru meninggal dunia.

Baca: Kapolrestabes Kombes Pol Abioso Tindak Tegas Pelaku Pembuang Bayi

Baca: Bermula dari Gundukan Tanah Bertabur Bunga, Sepasang Mahasiswa Ditangkap

Lokasi kedua rekonstruksi dilaksanakan di halaman masjid Al Wali, Sambiroto. Di tempat yang hanya berjarak puluhan meter dari RSUD KRMT Wongsonegoro tersebut tersangka Defa yang lebih banyak berperan. Ada sekitar delapan adegan yang diperagakan pemuda bertubuh tambun itu.

Adegan diawali dengan ia menggali tanah pakai linggis. Lalu mengambil jasad bayi yang ia taruh di dalam tas yang ia tinggal di sepeda motor, hingga menguburkannya.

Uniknya, pemuda itu merawat jenazah bayinya layaknya orang meninggal secara umum. Ia membungkus anaknya dengan kain kafan. Lalu setelah menguburkan juga menaburkan bunga di atas makam.

Hanya saja letak jenazah memang tidak menghadap ke barat, namun ke utara. "Terus terang saya menyesal, makanya mencoba memakamkannya dengan sebaik-baiknya," beber Defa.

Setelah itu, proses rekonstruksi kemudian selesai dan kedua tersangka kembali dibawa ke tahanan Polrestabes Semarang.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Galih Wisnu menyebut ada 33 adegan dalam rekonstruksi yang digelar hari itu. "Rekonstruksi kami mulai dari awal percobaan pembunuhan saat proses menggugurkan dari dalam rahim hingga akhirnya lahir normal, dibekap dan dibungkus kain kafan," jelas Galih di lokasi rekonstruksi.

Hingga saat ini ia mengaku telah mengkroscek keterangan saksi dan tersangka, semua menurutnya sinkron. Dalam rekonstruksi itu ia juga menggandeng pihak Kejaksaan untuk menyaksikan langsung.

"Jadi memang ia sengaja melakukan pembunuhan karena sudah dicoba dari saat bayi masih di dalam rahim hingga kemudian lahir dan dibekap," ungkapnya. (tribunjateng/val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help