Pedagang dan Sopir Keluhkan Pungutan Uang Keamanan di Pasar Johar

Puluhan pedagang di Pasar Johar relokasi MAJT mengeluhkan adanya tambahan pungutan uang keamanan yang dilakukan oleh PPJP Rayon Pasar Johar

Pedagang dan Sopir Keluhkan Pungutan Uang Keamanan di Pasar Johar
Tribunjateng.com/Muh Radlis
Puluhan pedagang di Pasar Johar relokasi MAJT mengeluhkan adanya tambahan pungutan uang keamanan yang dilakukan oleh PPJP Rayon Pasar Johar. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan pedagang di Pasar Johar relokasi MAJT mengeluhkan adanya tambahan pungutan uang keamanan yang dilakukan oleh PPJP Rayon Pasar Johar.

Tambahan uang keamanan ini ditujukan untuk setiap mobil yang masuk ke dalam area Pasar Johar relokasi MAJT.

Seorang pedagang buah, Tri, mengatakan, penarikan uang keamanan ini telah berlangsung selama empat hari.

"Sudah jalan empat hari, tanpa ada kesepakatan dari semua pedagang di Pasar Johar," kata Tri kepada Tribun Jateng, Kamis (8/11/2018).

Tri menyebut, uang keamanan yang ditarik untuk mobil yang masuk khususnya pembawa barang beragam.

Untuk mobil pikap kecil ditarik Rp 3.000 sedangkan untuk truk Rp 5.000.

Penarikan ini diakui Tri merupakan pungutan liar lantaran tidak memiliki landasan aturan yang jelas.

Selain itu, kata dia, penarikan uang keamanan akan berdampak pada menurunnya omset lantaran distributor bahkan pembeli mulai enggan masuk ke Pasar Johar.

"Tidak cuma mobil diastributor saja, pembeli yang datang pun ditarik uang keamanan," katanya.
Sementara itu, sopir truk yang membawa toge atau kecambah, Agus,mengaku baru kali ini mendapat tarikan uang keamanan.

Halaman
12
Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved