Pekan Ini Pemkot Solo Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Kawasan RSJD Solo

Kabid PKL Dinas Perdagangan Solo, Didik Anggono memaparkan Disdag segera meminta warga meninggalkan bangunan liar di kawasan tersebut.

Pekan Ini Pemkot Solo Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Kawasan RSJD Solo
Tribun jateng/akbar hari mukti
Penertiban bangunan liar kawasan RSJD Solo, Selasa (4/12/2018). Selama seminggu ke depan Pemkot Solo menertibkan 30 bangunan liar kawasan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Selama seminggu ke depan, Pemkot Solo bongkar puluhan bangunan liar kawasan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainudin Solo. Rencananya Pemkot Solo mengganti kerugian bagi para pemilik bangunan liar itu.

Kabid PKL Dinas Perdagangan Solo, Didik Anggono memaparkan Disdag segera meminta warga meninggalkan bangunan liar di kawasan tersebut.

Untuk mengakomodir hal itu, Pemkot Solo disebutnya telah memberikan ongkos bongkar kepada total 30 pemilik bangunan setempat.

"Ongkos bongkar Rp 65 ribu per meter untuk bangunam permanen, dan Rp55ribu per meter untuk bangunan semi permanen," jelasnya, Selasa (4/12/2018).

Menurutnya penertiban bangunan liar untuk berdagang itu sebagai kelanjutan penataan kawasan Jalan KH Masykur-Ki Hajar Dewantara (Jurug-Pedaringan) yang telah selesai beberapa bulan sebelumnya.

"Warga diberi kesempatan membonglar secara mandiri. Rata-rata mereka meminta tambahan waktu selama 3 hari sampai sepekan ke depan untuk pengosongan untuk menyiapkan lokasi baru," ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan setelah penertiban ini, penggunaan lahan merupakan wewenang Pemkot Solo.
Disdag, lanjutnya, hanya diminta mensterilkan lokasi tersebut.

"Kami hanya melakukan penataan pedagang yang menempati bangunan liar di sini sebagai kelanjutan penataan kawasan Solo Timur," terang dia.

Sementara seorang pemilik bangunan, Karti (56) mengaku memiliki bangunan di kawasan tersebut berukuran 6x6. Ia telah menghuni tempat tersebut sejak 2007.

Saat disuruh pindah, ia pun mengaku tak apa-apa. Ia mengatakan bangunan itu diganti Pemkot sebesar 2.350.000. Uang itu, lanjut Karti akan digunakan untuk mengontrak di lokasi lain.

"Sosialisasi sudah dilakukan sejak pertengahan tahun. Batasnya sebelum akhir tahun," ungkap Karti. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved