Pemkot Solo Pasang Alat Pendeteksi Dini Antisipasi Banjir

Pemkot Solo siapkan alat deteksi dini di sejumlah sungai di Solo. Alat deteksi dini ini dipasang untuk mengantisipasi banjir di Solo

Pemkot Solo Pasang Alat Pendeteksi Dini Antisipasi Banjir
tribunjateng/dok
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo siapkan alat deteksi dini di sejumlah sungai di Solo. Alat deteksi dini ini dipasang untuk mengantisipasi banjir di Solo, sebab musim penghujan sudah tiba.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo Dono Tumpo menerangkan, perangkat alat deteksi dini ini dipasang di sejumlah sungai di antaranya Kali Pepe, Kali Anyar, Kali Brojo dan Kali Premulung.

"Karakteristik banjir akibat luapan sungai-sungai tersebut berbeda dibanding banjir akibat luapan Bengawan Solo. Banjirnya cenderung bandang," paparnya, Sabtu (8/12/2018).

Menurutnya banjir bandang di Solo terjadi apabila intensitas hujan tinggi, membuat sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Hal itulah yang mendorong Pemkot memasang alat deteksi dini ini di sejumlah titik.

Alat itu menurut Dono dilengkapi sirine yang mampu mengirim pesan singkat (SMS) ke perangkat wilayah, apabila permukaan air sungai naik secara signifikan.

"Kami ingin banjir bandang di Solo bisa diminimalkan. Banjir semacam itu memang harus cepat diantisipasi," terangnya.

Sebelumnya Kepala BPBD Solo Eko Prajudhy menuturkan ada puluhan titik rawan banjir di Kota Solo. Titik-titik itu tersebar di semua kecamatan yang ada di Kota Solo.

"Ada 25 titik banjir itu ada di lima kecamatan yang ada di Kota Solo. Mulai Banjarsari sampai Pasar Kliwon semuanya ada," paparnya.

Menurutnya khusus untuk Kecamatan Jebres dan Pasar Kliwon memiliki titik banjir paling banyak di Kota Solo. Pasalnya di dua kecamatan tersebut memang menjadi langganan banjir setiap tahun.

"Ada luapan dari Sungai Bengawan Solo tiap tahun yang sampai ke pemukiman warga. Hal itu terjadi tiap musim penghujan," ujarnya.

Sementara untuk Kecamatan Banjarsari, menurutnya banjir adalah karena kiriman debit air dari kawasan Boyolali.

"Sifatnya kalau di Banjarsari itu rawan banjir bandang dari Kali Anyar dan Kali Pepe yang berhulu di Boyolali," ungkap Eko. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved