Mulai 2019, Operasional 8 Pintu Air dan 1 Bendungan di Solo Jadi Tanggungan Pemkot Solo

Awal 2019, Pemkot Solo mulai menanggung operasional delapan pintu air dan satu bendungan di Kota Bengawan

Mulai 2019, Operasional 8 Pintu Air dan 1 Bendungan di Solo Jadi Tanggungan Pemkot Solo
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Awal 2019, Pemkot Solo mulai menanggung operasional delapan pintu air dan satu bendungan di Kota Bengawan.

Pasalnya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyerahkan operasional sembilan bangunan pengendali banjir ke Pemkot Solo.

Hal tersebut merupakan sebuah bagian dari pengelolaan pintu air dan bendungan itu secara bersama antara BBWSBS dan Pemkot Solo.

Kepala BBWSBS Charisal A Manu memaparkan, pengelolaan bersama ini dilakukan agar biaya operasional yang sebelumnya ditanggung satu pihak, bisa ditanggung secara bersama ke depannya.

"Sehingga biaya operasional yang sebelumnya kami tanggung bisa dialihkan ke hal lain. Misal penanganan banjir yang lain," ujarnya, Rabu (2/1/2019).

Sembilan bangunan tersebut, jelasnya, berada di sejumlah wilayah di Solo. Misal Jebres, Semanggi, Kali Pepe dan lain-lain.

"Kami serahkan operasional delapan pompa air tambahan. Pompa memang sudah ada tapi kami tambah," ungkap dia.

Menurutnya untuk mendukung operasional, BBWSBS gelar pelatihan kepada 51 peserta dari sejumlah kelurahan, kecamatan dan pemangku kepentingan terkait.

"Buku manual operasional pompa juga sudah kami serahkan kepada Pemkot," ujar dia.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menambahkan, pengelolaan bangunan pengendali banjir oleh Pemkot itu berlaku efektif sejak hari ini 2 Januari 2019.

"Kami siapkan anggaran untuk operasional, termasuk perawatan pompa air," ungkap dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved