Andi Arief Ancam Laporkan Gibran Rakabuming, Pengamat IT : Pikiran Saya Tergelitik

Ancaman Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang akan melaporkan Gibran Rakabuming Raka karena meretweet cuitan akun TNI AU

Andi Arief Ancam Laporkan Gibran Rakabuming, Pengamat IT : Pikiran Saya Tergelitik
ISTIMEWA
Andi Arief dan Gibran Rakabuming 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ancaman Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang akan melaporkan Gibran Rakabuming Raka karena meretweet cuitan akun TNI AU mendapat tanggapan dari pengamat IT Solichul Huda.

"Ancaman Andi Arief yang akan melaporkan Gibran ke bareskrim gara gara retweet menggelitik pemikiran saya. Pelanggaran UU ITE pasal berapa yang menjadi dasar?" ujarnya, Sabtu (12/01/2019).

Meski demikian ia menyebut sah-sah saja membuat laporan polisi. Aparat akan tetap menerima pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat.

"Polisi akan menyidik dan menganalisis kerugian yang muncul. Begitu juga, ketika laporan yang masuk diduga melanggar UU ITE, akan dipastikan dulu pasal yang dilanggar dan barang bukti yang ada," terangnya lebih lanjut.

Jika jelas ada pasal yang dilanggar, polisi baru akan melakukan analisis jejak digital. Namun jika tidak ada kerugian atau bukti pasal yang dilanggar, kasus pasti dihentikan.

"Menurut saya, tidak ada yang dilanggar oleh Gibran. Polisi pasti akan melihat teks atau tweet yang dibuat dan saya pastikan tidak ada yang dilanggar, baik UU ITE pasal 27 ayat 3 maupun pasal 28 ayat 1," ucapnya.

Ia membeberkan, Indonesia sekarang memiliki piranti pendeteksi jejak digital yang semakin lengkap. Baik jejak dari komunikasi dalam jaringan komputer mapun jaringan telepon seluler.

Ia mencontohkan terungkapnya kasus hoaks Ratna Sarumpaet dan Surat Suara 7 Kontainer merupakan bukti. Kelengkapan piranti pendeteksi jejak digital dan kemampuan polisi dalam menganalisis jejak tersebut.

"Saya sampaikan ke masyarakat termasuk mas Gibran tidak usah takut bermedsos, karena ancaman akan dipolisikan. Kalau tidak ada kesengajaan melanggar, pasti aman," ucapnya.

Jika merasa dirugikan oleh pihak lain karena beemedsos, memang lebih baik lapor ke polisi. Meski demikian harus tetap dilampirkan barang bukti yang kuat.

"Pelanggaran UU ITE, pertama yang dilihat barang buktinya. Setelah jelas baru dianalisis jenis pasal yang dilanggar. Jika sudah memenuhi unsur pelanggarannya, baru dianalisis jejak digitalnya. Dari twitan Gibran menurut saya tidak ada pasal yang dilanggar, baik pencemaran nama baik maupun menyebaran berita bohong atau hoaks," pungkasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved