Karyawati Bank di Cilacap Kuras Polis Asuransi Korban Hingga Rp 750 Juta, Begini Modusnya

Tak tanggung tanggung, Ita memalsukan dua dokumen sekaligus untuk meraup polis asuransi dari seorang nasabah

Karyawati Bank di Cilacap Kuras Polis Asuransi Korban Hingga Rp 750 Juta, Begini Modusnya
Tribunjateng.com/Muh Radlis
Karyawati Bank di Cilacap Kuras Polis Asuransi Korban Hingga Rp 750 Juta 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Seorang karyawan bank swasta di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah diciduk polisi. Wanita berinisial KBYN alias Ita, warga Cilacap ini ditangkap anggota Satreskrim Polres Cilacap lantaran memalsukan dokumen.

Tak tanggung tanggung, Ita memalsukan dua dokumen sekaligus untuk meraup polis asuransi dari seorang nasabah.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, mengatakan, Ita memalsukan dokumen asuransi korban.

"Pelaku modusnya memalsukan dokumen asuransi korban untuk penarikan polis asuransi" ujar Djoko dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (13/2/2019).

Ita menggelapkan polis asuransi korban senilai Rp 750 juta.

"Jadi semua dokumen asuransi korban dipalsukan oleh tersangka," katanya.

Tak hanya memalsukan dokumen asuransi korban, Ita juga memalsukan dokumen akte cerai.
Akte cerai ini digunakan Ita untuk pengajuan kredit di perusahaan jasa keuangan atau finance.

Djoko mengatakan, tersangka melakukan dua kali tindak kejahatan yang berbeda yakni pemalsuan dokumen dan pemalsuan akte cerai.

Ita dijerat Pasal 78 Jo Pasal 33 Undang Undang nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Pasal 263 KUHP, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Jo Pasal 2 ayat 1 huruf i Undang Undang nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Ancaman hukumannya lima tahun penjara," katanya.

Dari tangan Ita, polisi menyita satu unit mobil yang dibeli dari uang asuransi yang digelapkan korban, beberapa rekening dan dokumen yang dipalsukan korban.

"Kami masih cek apa ada kemungkinan kerugian dari bank atau masyarakat lain yang merasa dipalsukan dokumen asuransinya oleh pelaku," pungkasnya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved