Kedua Pelajar SMP Negeri 1 Karanganyar Ciptakan Aplikasi Edu Seks, Berikut Alasan Mereka

Antisipasi pergaulan bebas di kalangan remaja, dua pelajar SMP Negeri 1 Karanganyar, Muhammad Burhanudin dan Vicky Rian membuat Aplikasi Edu Seks.

Kedua Pelajar SMP Negeri 1 Karanganyar Ciptakan Aplikasi Edu Seks, Berikut Alasan Mereka
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Pelajar SMP Negeri 1 Karanganyar menjelaskan tentang aplikasi Edu Seks karyanya di hadapan Tim Common Sense Parasamya Purnakarya Nugraha, Kolonel Erwan Hartono dan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Antisipasi pergaulan bebas di kalangan remaja, dua pelajar SMP Negeri 1 Karanganyar, Muhammad Burhanudin dan Vicky Rian ciptakan Aplikasi Edu Seks Remaja.

Alasan kedua pelajar kelas IX itu juga dijelaskan kepada tim Common Sense Parasamya Purnakarya Nugraha terkait project edukasi berbasis IT tersebut, Selasa (19/2/2019).

Ide pembuatan aplikasi edukasi seks berawal dari anggapan tabu masyarakat Indonesia tentang pendidikan seks khususnya di kalangan remaja.

"Kalau melihat lebih dalam, sebenarnya banyak masalah remaja, seperti pergaulan bebas dan pornografi. Itu dikarenakan kurangnya edukasi tentang seks," jelas Burhanudin kepada Tribunjateng.com, Selasa (19/2/2019).

Aplikasi yang sudah dikembangkan sejak kelas VIII itu, kini mayoritas telah digunakan pelajar kelas XI SMP Negeri 1 Karanganyar.

"Harapannya aplikasi ini dapat digunakan seluruh pelajar SMP di Kabupaten Karanganyar," imbuhnya.

Saat sesi tanya-jawab bersama Tim Common Sense Parasamya Purnakarya Nugraha, Burhanudin juga menjelaskan, apabila aplikasi itu tak sekadar belajar tentang akademik, tetapi juga teknologi.

Tim Common Sense Parasamya Purnakarya Nugraha, Kolonel Erwan Hartono berharap, aplikasi yang dibuat kedua pelajar itu untuk terus dikembangkan.

"Jangan takut berinovasi dan berkreasi," pintanya.

Adapun konten aplikasi berisi slide berita tentang akibat pergaulan bebas, penularan HIV AIDS, hingga pencegahan pelecehan seksual.

Ada juga game edukasi serta sisipan backsound lagu nasional.

Isi konten dan aplikasi itu dirancang sendiri oleh dua remaja belia itu, akan tetapi terkait bahasa dan redaksionalnya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Asri Winarsih, guru pembimbing karya ilmiah remaja mereka.

Asri menuturkan, pihaknya membantu memfilter isi, kecocokan dengan tema, bahasa, serta metodologi pengambilan sumber referensi.

"Paling tidak ini bisa menjadi bekal bagi para pelajar terkait pendidikan seks," tuturnya. (Agus Iswadi)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved