Polres Brebes Tahan Mantan Komisioner KPU Brebes Moh Subkhan Atas Kasus Penganiayaan

Mantan komisioner KPU Brebes Moh Subkhan, warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes ditahan penyidik Reskrim Polres Brebes.

Polres Brebes Tahan Mantan Komisioner KPU Brebes Moh Subkhan Atas Kasus Penganiayaan
Istimewa
Petani bawang Brebes, Moh Subkhan, ditahan penyidik Polres Brebes atas kasus dugaan penganiayaan, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes, Moh Subkhan, warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, akhirnya ditahan penyidik Reskrim Polres Brebes, Selasa (19/3/2019) malam.

Subkhan yang pernah viral sebagai petani bawang saat curhat di hadapan Cawapres Sandiaga Uno itu dimasukkan tahanan Polres Brebes usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam mulai pukul 14.00-21.00 WIB.

KBO Reskrim Polres Brebes, Iptu Triyatno mengatakan, penahanan Subkhan dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap Sukro (71), warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

"Setelah kita mendapatkan dua alat bukti dan kita tetapkan tersangka, penyidik menyatakan sudah memenuhi syarat dilakukan penahan, maka kita tahan yang bersangkutan untuk 20 hari ke depan," kata Triyatno, usai penahanan.

Pengacara Subkhan Lakukan Perlawanan Atas Penahanan yang Dilakukan Polres Brebes

Subkhan dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap Sukro. Dari keterangan Sukro sebagai korban, kejadian bermula saat korban tengah memperbaiki bendera bergambar Capres Jokowi di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Sabtu (9/3/2019) malam.

Tiba-tiba, Subkhan datang dengan mengendarai kendaraan roda empat.

Usai turun dari mobil, mantan komisioner KPU Brebes itu langsung melayangkan pukulan ke Sukro sebanyak dua kali. Satu di antaranya mengenai Sukro.

Selain memukul, Sukro mengaku juga dicekik lehernya.

Usai kejadian itu, Sukro langsung melakukan visum dan melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Brebes.

Dalam penyelidikannya, penyidik telah memintai keterangan tiga orang saksi termasuk korban.

Subkhan sendiri diperiksa dua kali sebelum akhirnya ditahan.

"Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara 2,8 tahun," jelasnya.

Saat dimintai komentar terkait penahanannya, Subkhan mengatakan, menyatakan menerima penahanan dirinya.

Sejak awal dimintai keterangan sebagai saksi sampai ditetapkam sebagai tersangka dan ditahan, ia menyatakan, telah mengikuti prosedur hukum.

"Yang pasti saya mengikuti prosedur. Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, yang jelas ini yang terbaik buat saya. Saya menerimanya," kata Subkhan. (nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved