Pilpres 2019

Beredar Ajakan Demo KPU dan Bawaslu yang Digagas Kivlan Zen, Moeldoko Tegaskan Jangan Didiamkan

Sebelumnya, Kivlan Zen sudah menyampaikan rencana unjuk rasa itu pada 9 Mei besok.

Beredar Ajakan Demo KPU dan Bawaslu yang Digagas Kivlan Zen, Moeldoko Tegaskan Jangan Didiamkan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Kivlan Zen menjadi salahsatu pembicara diskusi di Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejak Selasa (7/6/2019) terus beredar ajakan untuk melakukan aksi unjuk rasa di gedung KPU dan Bawaslu RI di Jakarta.

Ajakan yang disebar melalui grup percakapan itu, menyebut bahwa aksi akan digelar pada Kamis 9 Mei 2019 dimulai pukul 13.00 WIB.

Tertera dalam undangan itu, insiator aksi adalah Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Sebelumnya, Kivlan Zen sudah menyampaikan rencana unjuk rasa itu pada 9 Mei besok.

Tujuan unjuk rasa itu adalah menuntut penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor 01, Jokowi-Ma'ruf.

"Siapa pun yang menghalangi kita lawan," kata Kivlan Zen dalam sebuah konferensi pers di Jalan Tebet Timur Dalam, Jakarta, Minggu (5/5/2019) lalu.

Beragam tanggapan

Kepala Staf Presiden, Moeldoko menyinggung rencana mantan Kivlan Zen yang bakal menggelar unjuk rasa (unras) ke KPU dan Bawaslu.

"Sedang beredar sekarang ajakan pak Kivlan Zein pada tanggal 9 Mei untuk melakukan diskualifikasi kepada pasangan 01 lalu berikutnya ajakan merdeka," papar Moeldoko kemarin.

Moeldoko merasa rencana aksi yang dilakukan Kivlan tersebut tidak bisa didiamkan begitu saja.

Sehingga dibutuhkan Tim Hukum Nasional untuk mengkaji aksi dari Kivlan Zein.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved