Satpol PP Pati Gelar Razia Kos-kosan saat Ramadan, Belasan Muda-mudi yang Sekamar Diciduk

Satpol PP Kabupaten Pati mengamankan 14 pemuda-pemudi, terdiri atas delapan laki-laki dan enam perempuan, dalam giat razia kos-kosan.

Satpol PP Pati Gelar Razia Kos-kosan saat Ramadan, Belasan Muda-mudi yang Sekamar Diciduk
ISTIMEWA
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati mengamankan 14 pemuda-pemudi, terdiri atas 8 laki-laki dan 6 perempuan, dalam giat razia kos-kosan di Desa Plangitan, Kecamatan Pati, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati mengamankan 14 pemuda-pemudi, terdiri atas delapan laki-laki dan enam perempuan, dalam giat razia kos-kosan di Desa Plangitan, Kecamatan Pati, Jumat (10/5/2019).

Mereka kemudian dibawa ke Mako Satpol PP Pati untuk mendapat pembinaan.

Sekretaris Satpol PP Pati Imam Rifa'i menjelaskan, razia tersebut dilakukan karena banyak aduan dari masyarakat mengenai kos-kosan yang diduga digunakan sebagai tempat tindakan asusila.

"Informasi yang kami dapat, dua tempat kos yang kami datangi di Plangitan sering dipakai untuk hal-hal yang tidak semestinya. Adapun pemilik kos jarang ditemukan berada di lokasi," ucapnya.

Terkena Pecahan Kaca, Korban Lakalantas di JLS Salatiga Asal Semarang Jalani Perawatan

Keempat belas pemuda-pemudi tersebut, lanjutnya, ditemukan tengah berada di dalam kamar.

"Ada yang sekamar satu cowok-dua cewek, ada yang sekamar satu cewek-empat cowok," ungkapnya.

Imam mengatakan, rata-rata mereka kelahiran tahun 2000-an. Tidak hanya warga Pati, ada pula warga Rembang di antara mereka.

Banyak di antara mereka yang mengaku berprofesi sebagai pemandu karaoke freelance.

"Kemarin kaki lihat semua usaha karaoke tutup, mematuhi Perda yang melarang usaha karaoke buka selama bulan Ramadan. Namun, ternyata para pemandunya malah berpasangan dengan pasangan tidak sah di kos," ucapnya.

Imam mengatakan, hampir semua pemuda-pemudi tersebut menyimpan konten pornografi di ponsel mereka.

"Kami akan panggil orang tua mereka. Adapun yang berstatus pelajar, akan kami panggil kepala sekolahnya. Kami akan minta kepala sekolah untuk memberi mereka pembinaan, meski di antara mereka ada yang sudah kelas tiga SMA dan tidak lama lagi dinyatakan lulus dan menerima ijazah," katanya.

Imam mengatakan, pihaknya mengimbau pemilik kos agar lebih perhatian untuk mengecek kondisi kos.

"Tidak asal ada pelanggan dibiarkan begitu saja," tandasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved