Ngopi Pagi

FOKUS : Dari Politik Ke Mudik

Serial Game of Thrones bakal memasuki episode terakhir pekan depan. Dalam lima episode sebelumnya di sesi kedelapan telah diceritakan

FOKUS : Dari Politik Ke Mudik
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Suharno Wartawan Tribun Jateng 

Oleh Suharno

Wartawan Tribun Jateng

 Serial Game of Thrones bakal memasuki episode terakhir pekan depan. Dalam lima episode sebelumnya di sesi kedelapan telah diceritakan bagaimana seluruh house atau kerajaan bergabung untuk berperang melawan pasukan White Walker yang dipimpin Night King atau raja kegelapan.

Di saat para pasukan Seven Kingdom di Westeros bersama sejumlah pasukan dari Essos berperang melawan White Walker, Great House Lannister menghimpun kekuatan di King Landing. Lannister hanya mengirimkan kakak beradik Jaime dan Tyrion Lannister untuk berperang di melawan White Walker. Sementara Cersei Lannister masih berambisi menguasai Seven Kingdoms dan bakal menghabisi sisa-sisa pasukan yang masih hidup melawan White Walker.

Beruntung, para pasukan gabungan Seven Kingdoms di Westeros berhasil mengalahkan Night King yang membuat pasukan White Walker akhirnya luluh lantah. Hal tersebut juga membuat Cersei Lannister beserta pasukannya yang berada di King Landing dan tidak mau berperang dengan White Walker juga terselamatkan. Bayangkan saja, jika belati Arya Stark gagal menancap di tubuh Night King, seluruh manusia di Westeros bisa saja jadi zombie.

Hal tersebut mengingatkan pidato Presiden Joko Widodo di plenary seassion International Monetary Fund (IMF) di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. Di saat perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang berdampak domino ke perekonomian sejumlah negara, ada masalah global yang wajib di atasi yakni pemanasan global hingga sampah plastik yang mengancam jutaan bahkan miliaran manusia. Hal tersebut wajib di atasi secara bersama negara-negara di dunia ini.

Kini, di tengah kondisi panas politik Indonesia yang membuat seakan-akan masyarakat tebelah menjadi dua kubu, ada masalah yang harus di atasi secara bersama-sama, yakni Mudik Lebaran 2019. Meski saat ini kedua kubu pasangan calon presiden hingga partai politik masih menunggu hasil rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), tetapi masalah mudik Lebaran ini menyangkut tentang belasan bahkan puluhan juta masyarakat Indonesia.

Di bulan Ramadan ini, kedua belah kubu sebaiknya mampu mengendalikan diri dan fokus tentang pengamanan arus mudik maupun balik Lebaran. Tahun 2018 lalu, tercatat ada ribuan kasus kecelakaan lalu-lintas bahkan ratusan nyawa hilang saat mudik ke kampung halamannya.

Petugas keamanan harus fokus juga konsetrasinya tidak hanya mengawal proses penghitungan suara tetapi juga pengamanan arus mudik. Tidak hanya soal keselamatan lalu lintas tetapi juga kemanan lingkungan yang ditinggal mudik para penghuninya.

Pemerintah juga harus mengendalikan angka inflasi lantaran perputaran uang yang begitu besar saat Lebaran. Mereka harus bisa menekan melonjaknya harga kebutuhan pokok hingga tiket transportasi umum. Selain itu, juga ketersedian barang-barang kebutuhan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.

Saya merasa lega ketika capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan ingin istirahat tetapi tergugah hatinya dan tidak ingin meninggalkan rakyat Indonesia. Prabowo sebagai seorang negarawan tentu saja tidak ingin menggangu jalannya pemerintahan yang bakal sibuk menghadapi arus mudik maupun balik Lebaran. Harapan mayoritas masyarakat tentu Pemilu berjalan lancar, aman, dan aman hingga akhir, serta tidak ada korban jiwa saat arus mudik Lebaran tahun ini dan harga-harga kebutuhan pokok tetap terjangkau karena tidak melonjak naik. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved