Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sembilan Cara Menghindari Caesar

Tindakan caesar meski tanpa indikasi medis, kenyataannya makin meningkat

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo

TRIBUNNEWSPEKANBARU.com - Tindakan caesar meski tanpa indikasi medis, kenyataannya makin meningkat. Banyak perempuan mengira bahwa melahirkan secara caesar dapat menghindarkan mereka dari rasa sakit dan kesulitan bersalin. Padahal, tindakan caesar mengandung risiko lebih tinggi dibandingkan melahirkan secara alami.

Sebuah studi lima tahun di Perancis yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology belum lama ini mengungkapkan bahwa tingkat kematian ibu yang melahirkan secara caesar tiga kali lebih besar daripada ibu yang melahirkan normal. Kematian itu diakibatkan komplikasi pembedahan berupa penggumpalan darah (trombosis), infeksi, dan komplikasi anestesi.

Untuk menghindari melahirkan secara caesar, para ahli dari American College of Obstetricians and Gynecologsts (ACOG), seperti dikutip dad CNN Health menyarankan:

1. Mengonsumsi cukup nutrisi selama hamil.

Selama ibu dan bayi sehat, kemungkinan mengalami kehamilan berisiko tinggi akan berkurang, dan indikasi medis untuk melahirkan caesar pun menurun. Artinya, ibu berpeluang besar untuk melahirkan secara alami. Perbanyak konsumsi karbohidrat yang sehat terutama selama dua minggu sebelum melahirkan untuk mendapatkan energi yang cukup.

2. Tetap aktif.

Jangan berbaring terus di tempat tidur tanpa alasan karena Anda hanya hamil, bukan sakit. Tetap aktif selama hamil justru akan mempermudah proses persalinan, lebih baik dalam menghadapi atau kontrol diri lebih baik saat melahirkan.

3. Tetap di rumah setidaknya sampai mencapai pembukaan ketiga.

Masa awal melahirkan akan terasa sangat lama, terutama bagi perempuan yang baru pertama melahirkan. Ibu akan merasa lebih nyaman, stres lebih sedikit, dan nyeri lebih ringan ketika masih tinggal di rumah sendiri, daripada bila buru-buru ke rumah sakit. Hal ini juga akan menghindarkan Anda dari intervensi, seperti induksi, yang bisa meningkatkan peluang caesar.

4. Hindari tindakan induksi untuk mempercepat persalinan.

Jika tidak perlu jangan mau menjalani induksi. Dr. Michael Klein dari University of British Columbia menyatakan bahwa 44 persen perempuan yang diinduksi berakhir dengan bedah caesar. Kebanyakan tindakan induksi gagal karena rangsangan itu dilakukan saat leher rahim belum siap. Dan lagi sebuah riset mengungkapkan bahwa usia kehamilan hingga 42 minggu pun tergolong normal, jadi tak perlu bayi diburu-buru lahir.

5. Tetap makan dan minum sesuai selera.

Studi terbaru memperlihatkan bahwa perempuan yang diizinkan tetap makan dan minum menjelang waktu melahirkan, akan lebih cepat menjalani persalinan, melahirkan bayi dengan nilai Apgar yang tinggi, mengalami masalah gula darah dan metabolik lebih sedikit, dan memerlukan lebih sedikit obat pereda nyeri.

6. Gunakan pereda nyeri alami.

Terapi hangat, pijat, musik, visualisasi, hipnosis, cukup efektif untuk mengurangi rasa nyeri menjelang persalinan. Obat-obatan, termasuk epidural, justru dapat meningkatkan peluang tindakan caesar.

7. Gunakan rangsangan alami jika mungkin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved