Kecelakaan Tanah Putih

Ini Penyebab Rem Bus Nugroho 'Blong'

Berdasarkan pemeriksaan sementara Dishubkominfo Kota Semarang


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG
- Berdasarkan pemeriksaan sementara Dishubkominfo Kota Semarang, kecelakaan bus PO Nugroho diakibatkan karena oli rem kering.

Sil rem roda bagian kiri belakang bocor sehingga oli rem rembes dan habis.

Bus PO Nugroho H1574AG jurusan Mangkang-Tembalang tersebut mengalami kecelakaan di turunan Jalan Dr Wahidin Semarang, Jumat (03/05/2013) siang. Sedikitnya enam sepeda motor dan tiga mobil ditabrak bus yang melaju kencang. Terdapat 15 korban dalam kecelakaan itu, tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan tidak adanya oli rem diduga menjadi pemicu rem tidak berfungsi. Sehingga bus melaju tidak terkendali, terlebih lagi kondisi jalan yang menurun cukup tajam.

"Dari pemeriksaan, hasilnya bus itu tidak ada oli remnya," ujar Agus, Sabtu (4/5/2013).

Kondisi ini, kata Agus, bisa terjadi karena lemahnya kontrol terhadap kendaraan. Sedangkan, terkait uji kelaikan jalan bus dinyatakan masih berlaku hingga Juni 2013.

Kemudian Agus mengaku akan melakukan evaluasi jalur tanjakan Jalan Wahidin atau yang lebih dikenal wilayah Tanah Putih itu. Ia mengatakan, jalur tersebut memang tergolong berbahaya, sebab 200 meter sebelum lampu lalu lintas pada arah menurun terdapat dua belokan. Akibatnya, lampu lalu lintas tidak terlihat.

"Jalur itu nanti kita evaluasi, berbahaya atau tidak. Akan dievaluasi juga apakah masalah fasilitas, apa sarana prasarananya, apa human eror-nya," tambah Agus.

Setelah peristiwa kecelakaan itu, Dishubkominfo akan memanggil pengusaha angkutan untuk diberi pengarahan. Para pemilik perusahaan angkutan diharap lebih mengetatkan kontrol kondisi bus setiap akan beroperasi.

Seperti diberitakan, bus Nugroho melaju tanpa kendali dari arah atas yang kemudian berpindah jalur dan menabrak sejumlah sepeda motor dan mobil. Bus baru berhenti setelah menabrak sebuah mobil sedan dan tiang baliho yang cukup besar.

Kondisi kendaraan yang ditabrak sebagian besar rusak parah. Tiga korban tewas dalam peristiwa tersebut yakni Agus Irfan Sulistya (49) warga Ganesha Mukti 203, Semarang, Eko Budiarto (36) warga kampung Pandean Taman Kebonharjo Semarang, Adi Nur Nugroho (34) warga Kelelengan Kecil Kembangsari Semarang. Sedang korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Editor: agung yulianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved