Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Film Horor Masih Diminati, Efek Kaget Bikin Kecanduan

Masih suka terngiang di kepala hingga seminggu setelah nonton

Penulis: herlina widhiana | Editor: agung yulianto

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Herlina Widhiana

BOOMING film genre horor akhir-akhir ini seakan memuaskan para penggemarnya. Sebut saja The Counjuring yang berhasil bertahan berminggu-minggu di layar bioskop tanah air, belum lama ini. Beberapa orang yang kurang suka film horor pun akhirnya menikmati. Bahkan, sensasi takut yang ditimbulkan seolah menjadi hal yang selalu dinanti.

Seperti pengakuan Annisaa Utami (17). Sebenarnya dia lebih memilih menonton film animasi atau action. "Saya bukan termasuk pecinta film horor tetapi pernah nonton film horor luar maupun dalam negeri," ujar dia.

Ada satu film horor yang disukainya hingga sekarang. Film horor produksi sineas Indonesia berjudul Lentera Merah merupakan favorit siswi SMA Negeri 1 Semarang itu. Ketika masih SD, dia sering menonton film itu di rumah.

"Waktu itu karena pemain filmnya (Laudya Chintia Bella dan Dimas Beck) sedang naik daun jadi sering nonton film itu sampai diulang-ulang," ungkap dia.

Sementara untuk film horor luar negeri, dia mengaku jarang menontonnya. Dua judul film horor manca yang pernah ditonton, yakni, The Woman in Black dan Paranormal Activity. Menurut Annisaa, film horor luar negeri lebih menyeramkan daripada film horor lokal. "Masih suka terngiang di kepala hingga seminggu setelah nonton," aku Annisaa.

Bagi dia, menonton film horor bisa memicu adrenalin dan olahraga jantung. Efek yang ada dalam film menjadi alasannya. "Karena film horor mengagetkan sehingga membuat deg-degan," kata dia sembari tertawa.

Alasan serupa dikemukakan Rahmadia Maudy Putri Karina (18). Keseruan menonton film genre horor adalah adrenaline yang terpicu. "Saya sangat kaget ketika tiba-tiba hantunya muncul," ujar dara yang akrab disapa Karin itu.

Setelah selesai nonton, ketakutannya juga masih muncul. Kadang dia masih agak paranoid sampai-sampai takut tidur dan pergi ke kamar mandi sendiri. "Kalau di rumah sendirian hawanya parno (paranoid) terus masih kebawa-bawa filmnya. Tapi paling cuma dua sampai tiga hari saja," beber dia.

Efek terbawa mimpi juga dialami alumni SMA Negeri 2 Semarang itu. "Saya pernah nonton film Pocong sampai terbawa mimpi," aku Karin.

Hanya itu film lokal yang pernah ditonton. Untuk film horor manca, dia memfavoritkan Shutter, Death Bell, dan Sadako. Dia memiliki alasan tersendiri memfavoritkan film-film tersebut.

"Alur cerita dan latar atau settingnya bagus. Saya juga mengidolakan pemainnya," kata mahasiswi fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, itu.

Film berjudul Death Bell juga menjadi favorit Savira Anggayasti Mentari Widyarini (17). Alasan utamanya karena kasus pembunuhannya ngeri. Selain itu, karena aktor Korea Selatan Kim Bum berperan sebagai aktor utama.

"Saya ngefans Kim Bum. Dia itu keren dan cakep banget," ujar dara yang akrab disapa Savira itu.

Film horor juga digemari Argana Tedja Prakoso (17). Meski lebih menyukai film ber-genre action, film berjudul Don't Be Afraid of The Dark merupakan film horor yang paling disukai. Tentunya dia memiliki dasar kenapa memfavoritkan film tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved