Bali Masih Menjadi Destinasi Wisata Primadona Masyarakat Jateng
saat ini pertumbuhan wisatawan semakin baik seiring perubahan pola pikir.
Penulis: nurus saadah | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dibukanya rute penerbangan langsung Semarang-Bali oleh Garuda Indonesia membawa angin segar bagi pelaku wisata di Jawa Tengah (Jateng). Tak dimungkiri, Bali masih menjadi destinasi wisata primadona bagi masyarakat Jateng.
"Ya, ke luar Jateng, tujuan wisata terbanyak diminati adalah Bali dan Singapura," kata Ketua Asosiasi Tur dan Travel Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno, kemarin.
Direktur Ataya Tours ini mengatakan, penambahan rute penerbangan Semarang-Bali dari Garuda Indonesia juga kian memeriahkan pilihan akses perjalanan dalam berwisata.
Untuk paket wisata jalur darat, harga yang ditawarkan sebesar Rp 1,2 juta. Waktu yang ditetapkan adalah lima hari tiga malam.
Sementara untuk jalur udara, biayanya Rp 4,5 juta. Waktu yang ditetapkan adalah empat malam tiga hari.
"Sebelumnya, kami mengalami kendala akses. Kini, dengan adanya rute penerbangan langsung dari Garuda, kami dan masyarakat lebih dimudahkan," urainya.
Joko menyampaikan, selain tujuan tersebut, saat ini destinasi wisata yang sedang banyak disukai masyarakat adalah Karimun. Sayang, karena sering terkendala cuaca, banyak wisatawan yang membatalkan.
"Seharusnya ada transportasi tahan cuaca. Misalkan saja kapal yang tetap bisa beroperasi meskipun ombak sedang besar," tuturnya.
Selain tujuan tersebut, khusus di Jateng, tujuan yang menjadi favorit adalah Candi Borobudur. Akses wisata ke Borobudur dibuka melalui tiga pintu, yaitu Semarang, Solo, dan DI Yogyakarta.
Dari Semarang, perjalanan paket city tour terintegrasi dari Museum Kereta Api Ambarawa ke Borobudur. Di Semarang, wisatawan diajak ke Sam Po Kong, Kota Lama, dan berakhir di pusat oleh-oleh Pandanaran.
Menurut data Asita Jateng, saat ini pertumbuhan wisatawan semakin baik seiring perubahan pola pikir. Masyarakat mulai paham, wisata adalah kebutuhan.
Padahal, pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan tarif wisata setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak.
Khusus libur akhir tahun, memasuki Natal dan tahun baru serta liburan sekolah, pesanan wisata cukup padat, terutama mulai 20 Desember 2013 hingga 10 Januari 2014. (rus)