Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Pemerintah Bahas Insentif Transisi Motor Bensin ke Listrik

Transisi motor bensin ke kendaraan listrik bukan pilihan, tapi sudah kebutuhan mendesak, karena energi fosil rentan terhadap tekanan.

Editor: Vito
HO
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah membahas rencana pemberian insentif transisi motor bensin ke sepeda motor listrik. 

"Kami sedang berbicara dengan Kementerian Keuangan, khususnya untuk insentif motor listrik," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Menara Kompas, Kamis (9/4). 

Menurut dia, transisi motor bensin ke kendaraan listrik bukan pilihan, tapi sudah kebutuhan mendesak, karena energi fosil rentan terhadap tekanan seperti yang terjadi saat ini. 

Dia menambahkan, Presiden Prabowo menginstruksikan agar semua kendaraan di Indonesia berbasis listrik. 

"Sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain, kita harus konversi ke listrik," ucapnya. 

Agus menuturkan, transisi bisa dimulai dari kendaraan roda dua, lalu menyusul yang lainnya. Produsen motor yang sudah ada di Indonesia juga segera menyiapkan kapasitas produksinya. 

Meski demikian, ia berujar, produksi motor bertenaga fosil tak akan dihentikan begitu saja, tapi penjualan dialihkan ke pasar ekspor seperti Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan. 

"Tidak perlu menyetop produksi motor konvensional, tapi kita harus mulai memperkuat kapasitas produksi motor listrik," ujarnya. 

Agus menyatakan, masuknya kendaraan listrik dari China semakin menambah persaingan otomotif. Ia pun meminta para produsen mengikuti dinamisnya pasar. 

Menurut dia, hal itu menjadi tantangan bagi produsen dari Jepang yang sudah eksis di Indonesia untuk berinovasi mengadapi gempuran merek China. 

"Semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market," bebernya. 

Ia berujar, perusahaan Jepang diharapkan mulai mengalihkan perhatian dengan penggunaan mobil berpenggerak listrik, bukan bahan bakar minyak (BBM), sesuai dengan rencana pemerintah untuk transisi dari penggunaan BBM bagi kendaraan bermotor ke listrik. 

"Produsen Jepang juga harus bisa mulai melihat, mulai membaca bahwa kebijakan kita akan lebih cepat shifting kepada penggunaan mobil-mobil berbasis EV," jelasnya. (Kompas.com/Kontan)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved