Harga Rumah Neo Aspial Deluxe Naik Rp 40,7 Juta dalam Dua Bulan!
Pameran di awal tahun ini akan menjadi barometer untuk melihat perkembangan
Penulis: nurus saadah | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada awal tahun ini, harga rumah mulai mengalami kenaikan pada kisaran lima hingga 10 persen. Kenaikan tersebut terjadi akibat adanya kenaikan bahan material yang terkerek karena pelemahan rupiah.
Harga rumah tipe Neo Aspial Deluxe di CitraSun Garden misalnya. Rumah dengan luas bangunan 106 meter per segi yang semula harganya Rp 1.595.400 pada November tahun lalu, kini menjadi Rp 1.636.100.000 atau mengalami kenaikan Rp 40,7 juta. Kenaikan harga rumah yang terletak di Bukti Sari Semarang itu hanya dalam tempo waktu dua bulan.
"Saat ini masuk pada tahap dua sehingga harga naik," kata Marketing CitraSun Garden, Desy, Jumat (17/1/2014).
Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi, Dibya K Hidayat mengatakan harga rumah memang mengalami kenaikan sejak akhir 2013. Kenaikan harga disebabkan oleh melemahnya nilai rupiah yang berakibat pada naiknya harga bahan material. Harga bahan material yang mengalami kenaikan di antaranya besi, semen, keramik dan cat.
"Harga beranjak naik antara lima hingga 10 persen. Harga beranjak naik sejak akhir tahun," katanya dalam pembukaan REI EXPO yang berlangsung di Mal Ciputra.
Dalam pameran yang akan berlangsung hingga 28 Januari ini, REI menggunakan tema "Investasi Pasti". Menurut Dibya tema ini diambil karena properti merupakan investasi yang pasti akan naik. Kenaikan harga jelas naik secara bertahap.
"Kenaikan bangunan memang bisa jadi menurun, namun kenaikan tanah itu pasti. Ini berbeda dengan investasi lain, misalkan emas. Harga emas bisa jadi turun, tapi harga rumah atau tanah tidak. Dalam lima tahun bisa jadi naik 100 persen," tuturnya.
Dikatakannya, selama tahun 2013 penjualan rumah bagus pada tri wulan pertama. Namun selanjutnya tidak bagus karena adanya peraturan dari BI, kenaikan suku bunga dan juga adanya kenaikan harga rumah. "Namun secara keseluruhan tetap tumbuh di angka 20 persen," terangnya.
Pada tahun ini pihaknya juga berharap ada pertumbuhan di angka tersebut. Di 2014 yang merupakan tahun politik, menurutnya properti tetap akan tumbuh karena rumah merupakan kebutuhan. Menurutnya tahun politik tidak memberikan efek selama pemimpin terpilih tidak membuat kebijakan baru.
"Tahun ini harus tumbuh 20 persen. Pameran di awal tahun ini akan menjadi barometer untuk melihat perkembangan sepanjang 2014. Namun awal tahun biasanya memang tidak terlalu tinggi," tuturnya.
Pada pameran pertama di tahun 2014 ini pihak REI menargetkan transaksi sebesar Rp 60 miliar. REI menawarkan berbagai hadiah seperti delapan unit motor untuk pembeli yang membeli rumah di REI Expo. (Tribun Jateng cetak/rus)