Tribun Jateng Hari Ini
Rupiah Catat Rekor Terburuk Sepanjang Masa di Level Rp 17.105
Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatat rekor terburuk sepanjang masa pada Selasa (7/4), dengan ditutup melemah 0,42 persen ke posisi Rp 17.105.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatat rekor terburuk sepanjang masa pada penutupan perdagangan Selasa (7/4). Rupiah melemah 0,42 persen ke posisi Rp 17.105 per dollar AS.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelemahan mata uang bukan hanya terjadi pada nilai tukar rupiah saja, tapi juga terjadi pada banyak mata uang negara lain. “Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain juga demikian,” ujarnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).
Diketahui, pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang regional Asia. Kehati-hatian dan ketidakpastian investor terus berlanjut di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.
Pada hari yang sama, Peso Filipina melemah 0,46 persen, dolar Taiwan melemah 0,09 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,04 persen.
Sejumlah mata uang Asia lainnya menguat terhadap the greenback. Won Korea menguat 0,67 persen dan Yuan China menguat 0,31 persen.
Baht Thailand menguat 0,13 persen, dolar Singapura menguat 0,12 persen, dan rupee India menguat 0,10 persen. Begitu pula Yen Jepang menguat 0,04 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,03 persen.
Indeks dolar melemah di hari kedua berturut-turut. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,11 persen menjadi 99,87 dari posisi kemarin di 99,98.
Adapun, nilai tukar rupiah diperkirakan masih fluktuatif, seiring dengan sentimen negatif dari gejolak geopolitik di Timur Tengah saat ini.
Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, rupiah berpotensi semakin tertekan dengan menyentuh level psikologis Rp 17.150 per dollar AS pada Rabu (8/4).
“Untuk perdagangan besok (hari ini-Red), mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 17.100-Rp 17.150 (per dollar AS),” ucapnya.
Menurutnya, pelaku pasar saat ini tengah bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz,” paparnya. (Tribunnews/Igman Ibrahim/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah-Rp-50000-dan-Rp-100000.jpg)