Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Youth Generation

Cerita Bullying di Sekitar Remaja Semarang

Selama ini masyarakat mengganggap tindakan bully sebagai perbuatan yang menyakitkan

Tayang:
Penulis: herlina widhiana | Editor: agung yulianto

SETIAP manusia yang diciptakan Tuhan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak patut jika ada orang yang mencemooh sesamanya lantaran memiliki perawakan atau karakteristik fisik yang unik.

Seperti dikutip dari Tribun Jateng edisi Selasa (18/2/2014) lalu, ada satu kasus bully yang terjadi di London, Inggris. Pihak yang menjadi korban bully merupakan seorang gadis keturunan India yang memiliki janggut dan berewok.

Perlakuan orang-orang di sekitar sempat menimbulkan kesedihan dan keinginan untuk bunuh diri. Beruntung si gadis tidak larut dalam kesedihan dan justru berani mengunggah kehidupannya di situs youtube.com. Kasus-kasus bully seperti itu di luar negeri cukup banyak terjadi. Bahkan mengakibatkan korban bully tewas bunuh diri.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, bullying berarti kekerasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kekerasan adalah perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.

Selama ini masyarakat mengganggap tindakan bully sebagai perbuatan yang menyakitkan secara fisik maupun perasaan orang lain.

Kasus bully yang dialami anak muda di mancanegara tidak secara gamblang terjadi di kalangan remaja Semarang. Beberapa siswa sekolah menengah atas (SMA) di kota Lunpia yang ditanyai Tribun Jateng mengakui adanya tindak bully. Menurut Albert Giovani, ada beberapa jenis bully yang terjadi di sekolah.

"Macam-macam, kalau normal biasanya cuma diejek tetapi kalo bullying parah bisa sampai tindakan fisik," ujar dia.

Dia menambahkan, hampir di semua sekolah pasti ada siswa yang mengejek temannya sendiri. Hal itu juga terjadi di lingkungan sekolahnya. "Tetapi kalau di sekolahku aksi fisik tidak ada sama sekali," imbuh siswa SMA swasta di Semarang itu.

Perilaku mengejek biasanya diungkapkan oleh siswa yang memiliki kemampuan lebih baik daripada siswa lain. Entah dalam hal kemampuan kognitif maupun ekonomi. "Anak yang pintar atau kaya cenderung menjadi pihak yang mengejek teman lain," papar Gio.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Riska Miranda. Dia memang belum pernah mendengar kabar mengenai kasus bunuh diri yang dilakukan oleh remaja karena dibully teman sendiri. Namun, dia menemukan fakta perbuatan yang tidak menyenangkan di lingkungan sekitarnya. "Setahu saya ada teman yang dipalakin (dimintai uang secara paksa) dan diancam," papar dia.

Peristiwa itu terjadi sekira tiga tahun lalu, tepatnya ketika dia masih menempuh pendidikan sekolah menengah pertama (SMP). Korban palak merupakan teman satu bimbingan belajarnya. "Saya dengar teman saya itu sampai pindah sekolah karena ketakutan," tutur Riska.

Selain itu, perbuatan lain yang dia anggap sebagai bully juga terjadi di situs jejaring sosial. Dia pernah melihat ada kawannya yang menyindir dengan menggunakan kata-kata negatif di Facebook. "Pihak yang menyindir itu mencantumkan nama orang yang disindir. Kata-katanya cukup menyinggung," beber siswa SMA Negeri 5 Semarang itu.

Riska yang melihat sendiri tulisan teman menyakiti teman lain, mengaku tidak melakukan apa-apa. Dia mempertimbangkan bahwa urusan itu di luar wewenangnya. "Mereka yang bertengkar itu sama-sama teman saya, kalau saya melakukan sesuatu nanti kesannya membela salah satu dan justru merusak hubungan pertemanan kami," kata dia.

Dia bersyukur tidak pernah terjadi dampak negatif akibat bully. Dia tidak pernah mendengar kabar tentang korban bully yang bunuh diri atau semacamnya di Semarang. "Paling hanya pindah sekolah itu saja. Saya belum tahu bagaimana korban bully yang lain," ucap dia.

Di lingkungan pendidikan yang lebih tinggi, juga tidak ada kabar yang mengerikan. Hanya saja, bentuk bully diakui pernah terjadi oleh seorang mahasiswa, Kristanto. "Kalau di kampus saya, momentum ospek menjadi incaran senior membully junior," ujar dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved