Airport Corner
Ukiran Kayu Nan Indah Sambut Tamu VIP Room Bandara Ahmad Yani
Penggunaan ruangan untuk satu grup maksimal sepuluh orang
Penulis: dini | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ukiran kayu nan indah yang menghiasi VIP Room Borobudur Bandara Internasional Ahmad Yani menjadi penanda kuat identitas Jateng. Mulai dari fasade atau tampilan depan bangunan, pilar serta pintu berpelitur coklat penuh ukiran khas Jepara.
Keberadaan VIP room ini merupakan fasilitas yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang digunakan sebagai tempat transit tamu-tamu pemerintahan.
Begitu pula interior ruangan. Terlihat pembatas antarruangan yang juga terbuat dari kayu ukiran Jepara. VIP Room Borobudur ini terletak di sebelah barat terminal.
Petugas VIP room, Sri Sugihartini memaparkan ruang ini khusus untuk transit pejabat-pejabat pemerintah yang datang ke Provinsi Jawa Tengah melalui jalur udara.
"Gedung transit ini bukan untuk masyarakat umum, tetapi tempat transit minimal pejabat eselon I, semisal menteri," ucapnya pada Tribun Jateng, Rabu, (19/2/2014).
Selain itu, lanjut Sri, masyarakat umum yang menggunakan ruangan ini setidaknya mempunyai suatu kepentingan yang berhubungan tentang pemerintahan.
"Semisal, kemarin (Selasa, 17/2), manajemen perusahaan Sido Muncul memakai ruang ini untuk menjemput Menteri MS Hidayat yang akan meresmikan pembangunan pabrik kedua di Pabrik Sido Muncul di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang," paparnya.
Standar keamanan di lounge tersebut sama seperti di terminal yakni terdapat x-ray dan satu unit Walk Through Metal Detector (WTMD) tepat di pintu masuk.
Dia menjelaskan, VIP room ini terdiri dari lima ruangan. Ruang pertama dan kedua merupakan ruangan terbuka yang terdiri dari sederet kursi, sedangkan ruangan ketiga dan keempat merupakan ruang khusus untuk menteri.
Ruangan ini lebih tertutup dan ukiran-ukiran masih menghias ruangan tersebut serta terdapat deretan kursi busa yang lebih indah. Adapun ruangan kelima adalah tempat tidur khusus tamu yang mengalami kelelahan saat transit.
"Penggunaan ruangan untuk satu grup maksimal sepuluh orang untuk transit untuk satu jam. Apabila satu grup atau rombongan lebih dari sepuluh orang maka dipungut biaya tambahan sesuai ruangan yang digunakan," jelasnya.
Sri menambahkan setiap tamu yang menggunakan VIP room dikenakan retribusi sesuai ruangan yang dipakai karena tiap ruangan memiliki tarif yang berbeda.
"Tidak sampai jutaan, kok hanya ratusan ribu saja," ucapnya tanpa menyebutkan nominal penggunaan ruangan VIP tersebut.
Untuk menggunakan ruang tunggu VIP room bandara ini, harus memesan satu hari sebelumnya. "Kalau mendadak juga bisa, tetapi lihat jadwal," paparnya.
VIP room ini dibuka mulai penerbangan pesawat pertama yakni pukul 06.00 WIB dan penerbangan terakhir pukul 21.00 WIB.