Begini Cara ke Puncak Bromo Aman Murah Meriah
Begini cara ke Puncak Gunung Bromo yang aman murah meriah.
Penulis: YS adi nugroho | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, YS Adi Nugroho
TRIBUNJATENG.COM- Pengunjung yang ingin melihat langsung puncak Gunung Bromo disediakan panduan rute perjalanan yang mudah dan aman. Dari tempat parkir mobil jeep sewaan di tempat itu, wisatawan bisa berjalan hingga ketinggian 2.200 di atas permukaan laut.
Jangan khawatir, karena ada tangga yang dapat mempercepat menuju kawah Gunung Bromo. Yaitu tedapat 250 anak tangga mudah dinaiki menuju kawah Gunung Bromo. Namun, sebelum mencapai anak tangga ini, wisatawan harus jalan kaki dari lokasi parkir jeep yang berada tak jauh dari anak tangga ini.
Dibutuhkan sekitar 30 menit untuk mencapai kawah Gunung Bromo dengan berjalan kaki dari lokasi parkir. Jalan kaki pun menyehatkan. Apalagi menyusuri hamparan lautan pasir di Bromo ini. Apabila haus, ada beberapa warung yang tersedia dan menjajakan berbagai makanan di sekitar kaki anak tangga kawah Gunung Bromo.
Wisatawan juga bisa naik kuda yang tersedia. Tarif dari parkiran jeep hingga anak tangga dan kembali lagi ke lokasi parkir sebesar Rp 125.000 per orang. Namun, apabila wisatawan berjalan kaki hingga lokasi penjaja makanan atau sejumlah warung, tarif sewa naik kuda seharga Rp 20.000 per orang. Tapi, tarif sewa ini hanya berlaku satu kali perjalanan yakni dari warung ke anak tangga atau pun sebaliknya.
Biasanya di ketinggian 2.000an meter maka hawa sudah dingin. Namun kondisi d Bromo justru hangat karena terpengaruh hawa panas dalam perut bumi. Asap putih pun keluar dari kawah ini. Beberapa kali, bau belerang tercium.
Kawah ini juga dipagari demi keamanan. Ratusan pengunjung pengitari kawah ini. Di kawah ini, terdapat sejumlah bunga berasal dari sesajen yang dilempar ke kawah tesebut, dimana sebagian orang percaya akan mendapat berkah. Bromo sungguh menakjubkan. Bisa melihat kawah Gunung Bromo yang luar biasa indah, melewati lautan pasir, bukit pasir, dan sampai di kawah, bisa melihat keagungan Sang Pencipta. (*)