Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

AOC Keluhkan Ada Area Komersil di Area Tunggu Kedatangan Bandara A Yani

Beberapa maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Ahmad Yani Semarang mengeluhkan keberadaan area komersil di area kedatangan domestik

Tayang:
Penulis: deni setiawan | Editor: rustam aji

Laporan Reporter Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM , SEMARANG – Beberapa maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Ahmad Yani Semarang mengeluhkan keberadaan area komersil di area kedatangan domestik. Pengelola maskapai penerbangan merasa dikesampingkan kebutuhannya oleh pihak pengelola bandara.

Ketua Airlines Operators Committee (AOC) Bandara Ahmad Yani, Hermanto mengungkapkan beberapa operator maskapai penerbangan tidak dapat melayani konsumen (penumpang pesawat) karena tidak tersedia ruangan lost and found  yang seharusnya ada di area kedatangan domestik. 

Dia mengeluhkan space yang ada dimanfaatkan pengelola untuk area komersil yang  seharusnya berada di luar area kedatangan. Dari sepuluh maskapai penerbangan, hanya tiga maskapai yang mempunyai ruang  lost and found di area tersebut.

“Pada prinsipnya, pengelola bandara seharusnya mendahulukan kepentingan untuk penerbangan daripada untuk komersil.  Selain tidak tersedia ruangan lost and found yang mencukupi, ruangan tersebut ukurannya jauh lebih sempit daripada ruangan persewaan mobil yang luasnya dua kali lipat  daripada  ruang untuk maskapai,” ucap Hermanto yang juga menjabat sebagai Station Manager Garuda Indonesia.

Sekretaris AOC, Pujiono, menambahkan, selama ini maskapai yang tidak mempunyai ruang lost and found di Bandara Ahmad Yani, terpaksa menaruh bagasi penumpang yang tertinggal dalam kantor yang juga berfungsi sebagai ruangan pembelian tiket.

“Kantor kami saja sudah sempit apalagi ditambah bagasi-bagasi penumpang, ini jelas tidak efisien,” ujar  Pujiono yang juga sebagai Station Manager Trigana Air.

Dalam bandara, lanjut Pujiono, semestinya pengelola lebih mementingkan pelayanan penerbangan dan tidak mengejar pendapatan yang akhirnya operator maskapai penerbangan tidak dapat memberikan pelayanan pada penumpang secara maksimal.

Menangapi keluhan tersebut,  General Affair and Communications Section Head Bandara Ahmad Yani Semarang, menjelaskan  keberadaan dua  persewaan mobil di dalam area kedatangan domestik, sebenarnya  tidak lepas dari sejarah bandara. Pasalnya, dua mitra usaha  tersebut  terlebih dahulu menempati space tersebut.

Anom menampik bila pengelola bandara lebih mementingkan komersil saja, hal itu bukan masalah tinggi atau rendahnya harga sewa yang diberikan penyewa space daripada maskapai penerbangan.

“Kami tdak mungkin merubah tempat atau area kedatangan domestik yang ada hanya karena desakan pengusahan yang lain, itu namanya tidak fair dong. Bukn karena jasa sewanya, tetapi lebih ke sejarah dulu, siapa yang terlebih dahulu menempati area tersebu,”  tegas Anom. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved