KASUS NARKOBA

Saya Tidak Tahu Ganja Ini akan Saya Kirim Ke Mana

Satuan Narkoba Polrestabes Semarang menggerebek Hendry saat transaksi ganja seberat 1,5 kilogram di Gajahmungkur

Saya Tidak Tahu Ganja Ini akan Saya Kirim Ke Mana
TRIBUNJATENG/ADI PRIANGGORO
Satuan Narkoba Polrestabes Semarang menggerebek transaksi ganja seberat 1,5 kilogram di Taman Gajahmungkur 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Taman Gajahmungkur yang biasa dijadikan tempat nongkrong sekaligus wisata kuliner rupanya disalahgunakan juga untuk transaksi narkoba skala besar.

Jumat (10/10/2014) pukul 23.30, petugas Satuan Narkoba Polrestabes Semarang menggerebek transaksi ganja seberat 1,5 kilogram. Pria yang diduga sebagai pemilik ganja itu, Hendry (29), adalah warga Jalan Langenrejo, Kelurahan Gedongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

"Saya hanya diminta mengambil ganja itu, pengantarnya saya tidak kenal. Saya juga tidak tahu akan saya kirim ke mana," kata Hendry saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Selasa (14/09/2014).

Hendri menyimpan ganja itu di mobil boks. Dia yang bekerja sebagai seorang sales di perusahaan abon tersebut mengatakan, mobil itu merupakan milik perusahaan tempatnya bekerja.

"Atas kiriman ini, saya hanya diberi upah Rp 50 ribu," ungkap Hendry tanpa menjelaskan detail siapa pemberinya dan di mana memberikannya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono menyatakan, pihak kepolisian tidak mengejar pengakuan dari tersangka. "Alasan atau dalih apa saja yang diungkapkan itu hak tersangka. Kami bertugas untuk menangkap dan membuktikan sejauh mana keterlibatan tersangka dalam jaringan narkoba," kata Kapolrestabes.

Tersangka dijerat Pasal 111 ayat 2 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara serta denda Rp 800 juta - Rp 8 milyar. (*)

Penulis: adi prianggoro
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved