Jalan Sehat Hut Guru, Mujiati Terus Acungkan Tangannya
Ribuan orang memadati balaikota Semarang, Minggu (7/12). Mereka adalah peserta jalan sehat dalam rangka hari guru nasional (HUT PGRI) ke-69
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan orang memadati balaikota Semarang, Minggu (7/12). Mereka adalah peserta jalan sehat dalam rangka hari guru nasional (HUT PGRI) ke-69 dan hut Korpri ke-43 yang diadakan pemerintah kota Semarang.
Seorang peserta, Mujiati lainnya langsung berlari sembari mengacungkan tangannya ke depan panggung karena berhasil mendapat doorprize sepeda motor. Ia adalah guru
"Saya ngimpi berjalan ketemu bapak (wali kota Semarang Hendrar Prihadi), he he," katanya pada walikota.
Ia mengatakan sepeda motor itu rencananya akan untuk anaknya saja. Sebab, meskipun menang doorprize, ia tidak bisa naik sepeda motor. Namun, ia menyatakan rasa syukurnya.
Peserta lain,Latif (33) yang merupakan penjaga sekolah Sd Bubakan, kecamatan Mijen merasa senang. Ia bisa mengisi waktu liburnya bersama anak dan istrinya dengan jalan sehat melintasi Pandanaran-simpanglima-gajahmada-pemuda.
"Lumayan capek juga, tapi seneng kok," katanya sesampainya di balai kota di jalan pemuda.
Saat melirik panggung, ia melihat beberapa hadiah doorproze semisal tiga sepeda motor, mesin cuci, kulkas dan sebagainya. Ketika ditanya ingin doorprize apa, Latif langsung menggelengkan kepala.
Ia menjawab baginya yang terpenting adalah jalan sehat. Doorprize merupakan nomor dua, dalam kata lain ia hanya mengandalkan peruntungannya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berujar dalam sambutannya, mengapresiasi peran guru. Baginya, pasang surutnya perjalanan bangsa tidak lepas dari peran guru.
"Selamat hari guru yang ke-69," jelasnya.
Sambutan Hendi disampaikan dengan singkat. Ia pun memanggil lima peserta untuk maju ke depan dan memberikan doorprize tambahan berupa uang saku. Syaratnya, para peserta harus menjawab pertanyaannya.
Pertanyaan pertama adalah ulang tahun PGRI ke berapa. Kedua, pertanyaannya agak nyeleneh yaitu istri ketua pgRI Sulistyo. Akhirnya, Hendi memberi pertanyaan cukup mudah yaitu jumlah kecamatan di kota Semarang.
Ketua PGRI Kota Semarang sekaligus kepala dinas pendidikan kota Semarang, Bunyamin mengatakan jalan sehat merupakan rangkaian dari peringatan dua hal itu. Selain jalan sehat ada berbagai lomba yang digelar sebelumnya.
Ia menjelaskan, 10 ribu peserta berasal dari seluruh guru negeri dan swasta beserta kelengkapan sekolah. Lalu para staf administrasi yang tergabung dalam korpri juga bergabung dalam acara itu.
"Harapannya terbangun komunikasi dan kebersamaan keluarga besar," jelasnya.(*)