Wisata Kuliner Jawa Tengah
Ahli Farmasi Ini Buka Kedai Lebah Kudus Andalkan Kuliner Serba Madu
Endang Ahli Farmasi Ini Buka Kedai Lebah di Kudus, mengandalkan menu Kuliner Serba Madu
Penulis: yayan isro roziki | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS- Seringkali, hobi bisa menjadi lahan bisnis di kemudian hari. Pun demikian bagi Endang Tri Retnowati. Bermula dari hobi makan dan memasak, membuat dia tertarik terjun ke bisnis kuliner.
"Biasanya, kalau menunya tak enak saya tak mau makan. Tapi, enak itu tak berarti mahal lho," kata Endang, saat ditemui di rumah makan miliknya, Kedai Lebah, Jalan Niti Semito 2, tepatnya di sebelah barat perempatan Ploso, Kudus, kemarin.
Disampaikan, basic keilmuannya di bidang farmasi, membuat Endang selalu memperhitungkan kandungan nutrisi dalam berbagai menu masakannya. Menurut dia, menu lezat juga harus sehat. "Lalu saya berpikir, kira-kira apa yang belum ada di Kudus. Lalu terbersitlah ide membuat masakan serba madu," ujar Endang.
Di kedai milik ibu dua anak ini, memang menawarkan semua jenis kuliner yang bersentuhan dengan madu. Ada udang madu, ayam bakar madu, kepiting madu, cumi goreng madu, jus 18+, jus madu spesial, dan berbagai varian menu lainnya. "Yang menjadi andalan adalah kepiting madu, banyak yang suka," ujar alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini.
Diceritakan, sebelum memutuskan berbagai olahan menu masakan di kedainya, Endang banyak membuka literatur. Ia juga berkonsultasi dengan seorang rekannya, yang menjadi peneliti. "Kepiting misalnya, banyak mengandung lesitin. Sementara unsur kimia dalam madu bisa menyatu dan menunjang lesitin, sehingga bisa membentuk anti-oksidan yang lebih kuat," terang dia.
Ditandaskan, ia tak menggunakan MSG dalam setiap menu masakannya. "Di sini saya ingin menyajikan menu yang sehat dan kaya nutrisi untuk ibu hamil dan anak-anak. Kalau keduanya aman mengonsumsi menu di sini, semua kalangan juga pasti aman," tandas dia.
Hanya, ditambahkan, ia tak menyediakan minuman berbahan jeruk di kedainya. Menurut dia, sea food tak boleh disandingkan dengan minuman kaya vitamin C tersebut. "Habis makan sea food tak boleh bertemu vitamin C dosis tinggi, efeknya gak bagus buat kesehatan, bisa langsung memicu serangan jantung," ujar dia, di kedai yang baru dirintisnya pada 12 Desember 2014 silam.
Suami Endang, Nur Rahmat, menambahkan semua bahan sea food di kedainya dijamin fresh dan segar. Menurutnya, kepiting langsung didatangkan dari Demak dalam kondisi hidup dan sehat. "Di sini pun dilepas dalam wadah, dan tiap hari harus dimandiin menggunakan air payau, agar tetap segar," katanya.
Menurutnya, jika ditangani secara benar, kepiting dapat bertahan hidup secara sehat dan segar selama seminggu. "Jangan kena air hujan atau air tawar, bisa cepat mati," ucapnya.
Ditambahkan, harga berbagai menu di kedainya cukup terjangkau. "Kepiting berukuran cukup besar di sini hanya Rp 100 ribu, cukup murah. Menu yang lain, bisa hanya belasan ribu, ada juga yang di bawah itu. Sekali lagi, enak tak harus mahal," imbuhnya. Kedai ini, buka mulai pukul 11.00 - 22.00. Dan ramai dikunjungi saat jam makan siang. Tertarik mencoba? (tribunjateng/yayan isro roziki).