Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lifestyle

Intimate Wedding Jadi Tren Pernikahan Generasi Muda, Lebih Personal dan Bermakna

Konsep pernikahan intimate wedding dengan tamu terbatas kini kian digandrungi pasangan milenial dan Gen Z.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
PAMERAN - Gelaran Open House Traditional Intimate Wedding yang digelar di Hotel Aruss Semarang selama tiga hari, 27 Februari hingga 1 Maret 2026. (TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Konsep pernikahan intimate wedding dengan tamu terbatas kini kian digandrungi pasangan milenial dan Gen Z karena dianggap lebih personal, efisien, dan sarat makna. 

Fokusnya bukan lagi seberapa ramai undangan, melainkan siapa saja yang benar-benar hadir di momen sakral itu.

Tren ini turut ditangkap oleh pelaku industri pernikahan di Semarang. 

Baca juga: Rekomendasi Wedding Organizer di Semarang, Pilihan Profesional untuk Pernikahan Impian

Salah satunya melalui gelaran “Open House Traditional Intimate Wedding” yang digelar di Hotel Aruss Semarang selama tiga hari, 27 Februari hingga 1 Maret 2026.

Bekerja sama dengan Tiara Wedding Organizer, acara ini menghadirkan konsep pernikahan tradisional yang dibalut nuansa modern dan intim.

Manager Tiara Wedding Organizer, Arief Kurniawan, menyebut intimate wedding bukan tren sesaat, melainkan perubahan cara pandang pasangan muda terhadap makna pernikahan.

“Generasi sekarang ingin punya gaya sendiri. Mereka ingin acara yang dihadiri orang-orang terdekat, yang benar-benar mereka sayangi. Bukan soal banyaknya tamu, tapi kedekatan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2025).

Menurut Arief, intimate wedding umumnya dihadiri 100 hingga 200 tamu. 

Jumlah itu dianggap ideal untuk menjaga suasana tetap hangat tanpa kehilangan kesakralan acara. 

Dari sisi anggaran, konsep ini juga dinilai lebih fleksibel.

“Dengan pemilihan vendor yang tepat, konsep intimate wedding bisa diwujudkan dengan anggaran di bawah Rp200 juta. Tapi tentu tergantung konsep dan kebutuhan masing-masing pasangan,” jelasnya.

Menariknya, konsep tradisional justru kembali dilirik. Namun bukan tradisional yang kaku, melainkan tradisional yang dikemas modern.

“Akad atau pemberkatan bisa dibuat intim dengan busana adat, sementara resepsi dikemas internasional style, baik indoor maupun outdoor. Kombinasi ini lagi banyak diminati,” katanya.

Gelaran open house ini dirancang sebagai one-stop solution bagi calon pengantin. 

Lebih dari 20 vendor pernikahan terkurasi hadir, mulai dari dekorasi, rias pengantin, busana, fotografi, hingga tata suara dan pencahayaan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved