Pengobatan Kanker Paru-Paru Tergantung Stadium Penyakit
Saat tumor ganas menyerang paru-paru, pengobatan yang dilakukan bertujuan memperpanjang masa tahan hidup penderita.
Penulis: muslimah | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saat tumor ganas menyerang paru-paru, pengobatan yang dilakukan bertujuan memperpanjang masa tahan hidup penderita. Faktor keberhasilan tergantung pada jenis sel kanker, stadium penyakit dan keterjangkauan obat.
Spesialis paru-paru, dr Avissena Dutha Pratama Sp.P mengatakan, sebelum dipastikan apakah seseorang menderita kanker paru lebih dahulu dilakukan diagnosis diantaranya lewat foto rongent dada, SC Scan dada dan bronkoskopi yakni memasukkan alat dalam bronkos atau paru-paru.
Setelah diagnosis ditegakkan, barulah dilakukan pengobatan. Dalam hal ini antara lain sudah diketahui jenis sel penyebab kanker, status tampilan fisik pasien dan derajat kanker paru. "Stadium awal 1A sampai IIIA dan stadium lanjut IIIB sampai IVB," jelas dr Avissena.
Bagi pasien stadium awal, pengobatan bisa melalui pembedahan. Namun untuk yang stadium lanjut tidak perlu. Pengobatan yang dilakukan biasanya gabungan dari beberapa jenis terapi yakni kemorterapi (dilakukan ke seluruh tubuh dengan tujuan mengejar sel kanker yang menjalar) dan radioterapi (fokus pada sel kanker).
"Paliati terapi juga termasuk pengobatan. Dalam hal ini pasien harus meningkatkan kualitas hidup seperti menjauhi penyebab kanker," jelas dr Avissena.
Sebagai tambahan, lanjutnya, berdasarkan data WHO tahun 2010 kanker paru merupakan penyebab terbanyak kanker pada pria dan 80-85 persen diantaranya baru terdiagnosis setelah stadium IIIB-IVB. Hanya 10-15 persen terdiagnosis pada stage awal. (*)