Pasar Johar Terbakar
Dewi Terus Terisak Saksikan Pakaian Senilai Rp 500 Juta Miliknya Hangus
Pandangan mata Dewi lurus ke depan, tapi nanar dan kosong. Air mata yang meleleh, dibiarkannya begitu saja.
Penulis: yayan isro roziki | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandangan mata Dewi lurus ke depan, tapi nanar dan kosong. Air mata yang meleleh, dibiarkannya begitu saja.
Seolah ia tenggelam dalam kecamuk pikirannya sendiri, tak menghiraukan lalu lalang pedagang lain, yang sibuk menyelamatkan barang dagangan masing-masing.
"Barang dagangan saya habis, hangus semua, tak tersisa," kata Dewi, sembari terisak, saat menyaksikan Pasar Johar diamuk si jago merah, Sabtu (9/5/2015) malam.
Diceritakan, ia mendapat kabar pasar terbesar di Semarang itu terbakar pada sekitar pukul 21.00, saat baru saja usai menunaikan salat Isya. Tak menunggu lama, ia pun langsung bergegas menuju tempatnya sehari-hari mengais rezeki.
"Saat saya sampai di sini, api belum begitu membesar, tapi pintu gerbang malah masih digembok. Otomatis saya tak bisa masuk, sekadar menyelamatkan barang dagangan," ujar pedagang pakaian itu.
Namun, saat api sudah membesar dan berkobar hebat, gerbang pasar baru dibuka. "Ini menimbulkan kecurigaan kami," sambungnya.
Ditambahkan, akibat kebakaran ini, ia harus merugi tak kurang dari Rp500 juta. Padahal, menurutnya, rata-rata barang dagangan itu adalah hasil berhutang.
"Saya kini menanggung utang ratusan juta, kalau sudah begini gimana cara mengembalikannya, saat ini saya pusing, belum bisa berpikir. Dari mana nanti saya mendapat modal lagi," tutur ibu tiga anak ini, lirih.
Pedagang lain menambahkan, ia juga menaruh curiga terhadap peristiwa ini. Menurutnya, sejak dulu ada investor yang hendak membangun pasar tersebut, namun selalu mendapat penolakan dari pedagang.
"Kalau pedagang ndak mau dibangunkan pasar yang lebih baru, pasti ujung-ujungnya kebakaran. Lihat kasus Pasar Bulu, Pasar Klewer di Solo, di mana-mana begitu. Tengok Pasar Bulu sekarang, masalahnya juga gak selesai-selesai," kata pedagang, yang enggan disebut namanya.
Dia berharap, pemerintah bisa berlaku adil terhadap para pedagang. "Pemerintah harus perhatian, jangan nanti setelah dibangun lagi, harganya dinaikkan berkali lipat dan mencekik pedagang," sambung dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/berkobar-pasar-johar-terbakar_20150509_235745.jpg)