Success story
Saya Bosan Menjadi Karyawan
Saya ingin bengkel ini menjadi one stop service, jadi orang masuk sini bisa apa saja, seperti servis maupun variasi
Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
Bagaimana kondisi usaha di tahap awal?
Awalnya sempat tiga bulan kami berlima tidak gajian dulu. Penghasilan yang didapat diutamakan untuk gaji lima karyawan. Dalam sehari masuk paling hanya satu sampai tiga unit mobil. Bahkan pernah tidak ada mobil sekalipun dalam sehari.
Saat awal operasional, kami hanya memiliki satu set kunci dan satu kompresor. Alat-alat bengel itu kebanyakan milik saya pribadi yang saya beli saat masih bekerja di Nasmoco. Fasilitas bengkel juga masih alakadarnya.
Kenapa memperhitungkan harus ada sales?
Sales kami yaitu mbak Lala, merupakan mantan karyawan Andalan Mobil. Awalnya kami tidak hanya bengkel mobil, tetapi juga nyambi berjualan mobil bekas. Tapi cuma berjalan sekitar tiga tahun, karena dia memutuskan keluar.
Apa saja tantangan bekerja di bidang otomotif?
Tantangannya yaitu sekarang ini banyak bengkel bermunculan. Sehingga kualitas dan hubungan dengan pelanggan harus selalu dijaga dengan baik.
Jasa servis apa yang anda berikan di awal buka?
Waktu itu kami mengerjakan apa aja soal mobil, mulai dari servis ringan seperti tune-up, ganti oli, sampai turun mesin dengan alat seadaanya. Tapi sekarang dengan adanya mobil baru harus pakai peralatan elektronik dan pengoperasian digital, sehingga mau tidak mau harus mengikutinya.
Bagaimana cara menggaet pelanggan?
Ada beberapa pelanggan saya dulu semasa bekerja di Nasmoco yang kami kirim surat dan hubungi via telepon. Namun, paling utama adalah menyebar flayer, naik motor ujan-ujanan, kadang sampai dikejar-kejar satpam. Pokoknya semua tempat parkir mobil di Semarang saya datangi untuk menyelipinkan brosur Plat H di tiap-tiap mobil yang terparkir.
Sampai sekarang nyebar brosur tetap saya lakukan, terutama ketika ada alat baru dan program khusus. Hasilnya dari kedua cara itu cukup efektit menggaet pelanggan. Tinggal sisanya promosi dari mulut ke mulut pemilik mobil.
Apa ujian terberat Anda selama berwirausaha?
Ujian terberat pada saat patner kerja saya, mas Widarto meninggal akibat kecelakaan di ajang Kejurnas Speed Off Road empat tahun lalu. Semenjak itu saya bekerja sendiri. Dulu saat saya sedang keluar bengkel ada mas Widarto yang selalu standby. Kalau sekarang saya sudah mengurangi keluar kantor. Hanya pada saat penting-penting saja, seperti persentasi promosi di instansi.
Mas Widarto seperti soulmate buat saya, teman semasa remaja dan patner seperjuangan merintis usaha. Saat ini, istrinya yang menggantikan posisinya, bekerja dengan saya mengurusi administrasi. Dulu selama tiga tahun istri almarhum saya suruh di rumah karena anaknya masih kecil-kecil. Tapi setiap bulan tetap saya gaji sama dengan yang diterima almarhum dulu dan laporan-laporan juga saya berkan sebagai bukti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemilik-plat-h_20150817_114330.jpg)