Sineas Tatik Setyowati Garap Film Kisah Nyata Orang Semarang
Film terbarunya ini, menceritakan kisah nyata seorang warga Kota Semarang, yang mana anaknya jatuh dalam pergaulan bebas hingga menkonsumsi narkoba.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Impro Production Pictures akan meluncurkan sebuah film berjudul "Merpati Pasti akan Kembali". Film ini merupakan pertama kalinya setelah 5 tahun production house ini tidak berproduksi.
Adalah karya milik seorang peragawati, pemain film, juga model, di era 1980-an, Tatik Setyowati, yang menjadi pencetus film tersebut. Film terbarunya ini, menceritakan kisah nyata seorang warga Kota Semarang, yang mana anaknya jatuh dalam pergaulan bebas hingga menkonsumsi narkoba.
Dalam film ini, menceritakan dimana ada sebuah keluarga yang mempunyai anak bernama Putri, yang diperankan Nova Dita Aulia. Di rumah, Putri termasuk anak yang baik. Akan tetapi di luar rumah, ia menjadi anak nakal. Hobinya yaitu dugem hingga akhirnya mengkonsumsi narkoba. Ia pun akhirnya tertangkap polisi.
Namun pacarnya, yaitu John yang diperankan Alam Revano, sangat setia menunggu Putri hingga bebas penjara. John juga masih bersedia menerima keadaan Putri apa adanya meski berkali-kali Putri membuat kesalahan.
"Ini kisah nyata yang kemudian saya jadikan menjadi sebuah film. Di dalamnya ada nuansa romansa percintaan dan kesetiaan pasangan," kata Tatik Setyowati, yang juga pimpinan Impro Production Pictures, dalam rilisnya, Minggu (6/9/2015).
Dalam sambutannya saat syukuran atas film tersebut, sineas ini mengatakan, setelah sekian lama tidak berproduksi maka 2015 kali ini, pihaknya kembali berkarya dan eksis kembali untuk maju bersama.
Ia menyatakan, dengan terus mengangkat kisah nyata kehidupan manusia khususnya warga di Kota Semarang yang akan divisualkan dalam film, pihaknya berharap Jawa Tengah akan terus maju dalam industri perfilman di kancah nasional maupun internasional.
"Film ‘merpati pasti akan kembali’ produksinya akan dimulai 15 September 2015. Lokasinya Semarang, Ungaran, Bandungan dan Ambarawa. Ide awal dari film ini, kebetulan ada kisah dari curhatan sahabat saya, yang kemudian saya visualkan dalam bentuk film," jelasnya.
Waktu dalam pembuatan film ini, lanjut Tatik, kurang lebih selama 4-5 hari, dengan jenis film lepas. Ia menuturkan, pengambilan gambar film tersebut, akan dilakukannya setiap seminggu sekali dengan melibatkan 20 pemain.
"Dalam film ini, pesan yang ingin saya sampaikan adalah agar orangtua dekat dan memperhatikan anaknya. Serta menekankan bahwa cinta sejati memang ada," terangnya.
Tatik mengaku, setelah film ini selesai digarap, pihaknya akan terus berkarya. Setidaknya dirinya sudah memiliki ide pembuatan film lain. Rencanya, dia akan mengupayakan penggarapan 4 film dalam sebulan.
Terkait pemeran dalam film, Tatik yang pernah meraih piala putra-putri pariwisata dari Pangdam IV Diponegoro tahun 88 ini mengaku, akan menggunakan artis daerah yang akan diseleksi melalui proses casting.
"Sekarang saya ingin, apa yang saya punya dulu bisa ditelurkan ke artis lokal yang ada di Jateng. Kita angkat potensi lokal anak-anak Jateng. Pas casting saya melihat langsung dan ternyata anak lokal sangat berpotensi," kata Tatik yang pernah bermain di film "Kesempatan dalam Kesempitan" bersama Dono, Kasino dan Indro.
Nova Dita Aulia, pemeran Putri, mengatakan kendala yang dihadapinya adalah dalam perannya sebagai Putri. Dalam naskahnya, menceritakan wanita yang glamour dan bandel. Sementara, ia mengaku, tidak demikian melainkan seorang gadis lembut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tatik-setyowati-merpati_20150906_200525.jpg)