Smart Women
Tak Canggung di Pelabuhan
Meskipun terlihat capai, Putri tetap bersemangat menceritakan perjalanan karir di dunia Pelabuhan.
Penulis: dini | Editor: Catur waskito Edy
Kejadian itu tak membuat semangat kerja Putri kendur. Bahkan, teman-teman kerjanya heran karena saat mengandung anak kedua, dia masih bekerja hingga usia kandungan sembilan bulan. Kini, Putri pun lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Termasuk, saat Pelindo II disorot akibat dugaan penyimpangan yang ditemukan Bareskrim Mabes Polri.
Dia menegaskan, kasus tersebut tak memengaruhi bongkar muat kargo di pelabuhan. Kalaupun terjadi dweling time di TPKS anak cabang Pelindo, dimungkinkan waktu tunggu disebabkan kurangnya alat yang dimiliki TPKS.
Yang menjadi khawatiran Putri, justru status Pelindo yang terkesan abu-abu. Perusahaan milik negara itu dituntut mencari dana secara mandiri. Dengan pemangkasan wilayah kerja, tentu saja hal ini menyulitkan. Apalagi, ada kebijakan penggunaan rupiah dalam transaksi di pelabuhan. Padahal, beberapa alat didatangkan dari luar negeri dan harus dibeli menggunakan dolar.
"Tapi, apapun dan bagaimanapun kondisinya, kami tetap akan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat," janji Putri.
Harus ke Lapangan
Sementara itu, Tri Suhardi, GM Pelindo III Cabang Tanjung Emas mengaku telah memberi kesempatan dan peluang yang sama kepada karyawan untuk berkarya, baik pria atau wanita.

"Kami tidak membeda-bedakan. prinsipnya, tergantung yang menjalankan pekerjaan tersebut.Semua karyawan siap terjun di lapangan bila dibutuhkan, tidak hanya di dalam kantor. Ini bentuk usaha kami memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat," ujarnya.
Semangat bekerja dia rasakan pada semua karyawan, tidak kecuali wanita.Tidak hanya tentang jenjang karir, jam operasional kerja karyawan juga kami samakan, yakni 24 jam dengan dua kali shif pagi dan siang. Hal ini bukan berarti karyawati saja yang masuk pagi atau hanya di kantor namun wanita yang bekerja di pelabuhan bisa ditempatkan di bagian mana saja.
"Semua karyawan dilatih agar bisa melayani masyarakat secara maksimal. Sehingga, kapan saja siap diterjunkan di lapangan, baik pria atau wanita.Saya melihat, karyawati di Pelindo III bekerja penuh semangat, tidak takut panas juga siap mental sehingga bisa memotivasi karyawan lain. Atmosfer ini akan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat di Pelabuhan. (*)
Nama: Indriani Putri Anggarakasih
Lahir: Kudus 28 Januari 1986
Pendidikan: jurusan S1 psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pekerjaan : Supervisor Kesejahteraan dan Administrasi SDM Pelindo III Tanjung Emas Semarang
Suami: Syarif Nanang Mutohhar (30)
Anak: Alifta Candra Mutohhar (21 bulan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/indriani-putri-anggarakasih_20150913_123701.jpg)