Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Modus Penipuan Uang Dolar di Facebook

Mungkin saya sebagai guru di sekolah dasar dan kepala sekolah terbodoh. Bisa dikelabui orang hitam yang sangat menguras pikiran serta memiskinkan

Tribun Jateng
Korban penipuan via Facebook 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM -- Niat Sri Mudiah (52), kepala sebuah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Semarang untuk membantu malah berujung sial. Jackson Chukwukere Oris alias Gabriel memanfaatkan kebaikan hati Sri untuk menipunya. Walhasil Sri pun merugi hingga Rp 800 juta.

Sadar telah menjadi korban penipuan pria asal Nigeria itu, Sri lalu melapor ke Polda Metro Jaya. Tak berselang lama kemudian, polisi menangkap Gabriel dan timnya sehingga kelompok itu pun tidak dapat melanjutkan aksinya.

"Saya adalah korban yang berani melapor. Mungkin saya sebagai guru di sekolah dasar dan kepala sekolah terbodoh. Bisa dikelabui orang hitam yang sangat menguras pikiran serta memiskinkan saya. Mudah-mudahan korban-korban dengan masyarakat tidak ragu-ragu melaporkan kejadian penipuan yang sama dengan saya," ujar Sri di Mapolda Metro Jaya, Minggu (13/9).

Sri mengaku tidak dihipnosis, namun setiap hari selalu berkomunikasi dengan pelaku saat dihubungi seorang yang mengaku sang jenderal. Walhasil, dia menjadi tertarik pada iming-iming yang akan diberikan.

"Saya terlena dengan apa yang mereka tawarkan," singkatnya.

Dia pun sempat sakit karena memikirkan hal ini. Dia pun mengaku sudah dimarahi oleh suami dan keluarganya karena harta benda sudah habis ditipu oleh WNA itu.

Setelah proses penangkapan Gabriel, jaringan pelaku kembali meminta uang Rp 300 juta kepada korban. "Saya iyakan saja dan akhirnya polisi berhasil menangkap mereka," ungkapnya.

Mengaku jenderal

Komunikasi Sri dan Gabriel bermula dari perkenalan lewat jejaring sosial Facebook. Selanjutnya, komunikasi Sri dan Gabriel pun berlangsung lewat dunia maya. Gabriel menggunakan Facebook dengan nama akun Jenderal Hwande Paul yang mengaku sebagai warga Amerika Serikat yang sedang bertugas di Suriah.

Dalam proses komunikasi via Facebook, Gabriel mengatakan, sebagai tentara yang bertugas di Suriah, dia tidak diperbolehkan menyimpan uangnya. Kemudian dia meminta Sri untuk menyimpankan uangnya yang berjumlah 5 juta dollar AS. Sri pun sepakat.

Gabriel mengatakan kepada Sri, pada Juni 2015, uang itu akan dititipkan kepada seorang diplomat dan akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

"Dia mengaku tak punya keluarga karena istri meninggal dan anaknya masih kecil," katanya.

Namun, kata Gabriel, bila uang tersebut ingin dikeluarkan dari bandara, Sri harus mengirimkan uang kepada seseorang bernama Ade Aryani.

"Saya transfer Rp 9,5 juta. Kemudian saya ditelepon lagi supaya hari itu juga mentransfer Rp 35 juta dan Rp 60 juta," kata Sri.

Tak sampai di situ, pada 20 Juli 2015, Sri juga diminta datang ke Apartemen Rasuna Said untuk mengambil uang yang dimaksud. Namun, bukan uang yang ia dapat, wanita itu masih harus memberikan uang Rp 700 juta. Uang itu adalah untuk membersihkan uang dollar AS yang sudah terkena cap United Nation.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags
penipuan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved