Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Modus Penipuan Uang Dolar di Facebook

Mungkin saya sebagai guru di sekolah dasar dan kepala sekolah terbodoh. Bisa dikelabui orang hitam yang sangat menguras pikiran serta memiskinkan

Tribun Jateng
Korban penipuan via Facebook 

Untuk membersihkannya, Sri harus membeli sebuah cairan kimia yang berharga miliaran rupiah. Padahal belakangan diketahui cairan itu hanyalah aseton.

"Tetapi waktu itu saya baru disuruh bayar Rp 700 juta. Saya sudah nggak punya uang, makanya saya pinjam ke rentenir," kata dia.

Untuk meyakinkan rentenir, Sri bahkan memberikan jaminan sebuah rumah kos-kosan 80 pintu. Rentenir pun memberikannya uang Rp 450 juta. Setelah Sri melakukan apa yang diminta Gabriel, pria itu menjanjikan uang Rp 60 miliar akan masuk ke dalam rekening Sri. Namun, setelah ditunggu-tunggu, uang tak kunjung masuk. Bahkan, Gabriel justru meminta Sri mengirimkan lagi uang Rp 850 juta.

"Sejak itu, saya merasa ditipu dan dirugikan, saya pun memberanikan diri melapor ke Polda Metro Jaya," kata dia.

Tiga pelaku ditangkap, yaitu Gabriel di Hotel Luasa, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 31 Agustus 2015. Kemudian Jhon K Obioma (36), di Hotel Dias, Jakarta Pusat, serta pelaku pemilik rekening penampungan uang hasil kejahatan, Ceesay Ebrima (45), di Apartemen Puri Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada 4 September 2015.

Uang dengan Stempel UN

DIREKTUR Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, setelah mendapat laporan, tim langsung bekerja menangkap pelaku.

Pada 31 Agustus 2015, polisi pun berhasil membekuk Gabriel di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Pelaku lainnya, John K Obioma dan Ceesay Ebrima juga dibekuk di hotel dan apartemen di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

"Kami menangkap tersangka dengan barang bukti berupa stempel UN, uang dollar, koper, kapas dan serbuk putih, paspor, dan ponsel," kata Krishna.

Ternyata, dollar Amerika yang sudah ada cap UN dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) itu hanya terlihat di bagian depan. Untuk bagian belakangnya hanya kertas kosong.

"Ada cap UN-nya. Jadi dia atasnya uang ini, seolah-olah USD 50.000, tapi di baliknya kosong. Hanya tumpukan kosong," kata Krishna.

Kemudian, korban diajak berbisnis menghilangkan cap itu agar bisa dicairkan. Tawarannya yaitu sebesar Rp 66 miliar untuk menghilangkan cap UN dari uang dollar Amerika itu.

"Untuk itu mereka kerja sama. Pelaku mencontohkan cara menghilangkan cap dengan cara mengosok uang dengan bahan kimia. Total kerugian satu orang mencapai Rp 800 juta," ungkapnya. (kompas.com/amp)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Tags
penipuan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved