Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Smart Women

Pernah Dilempar Ponsel Pelanggan

Sifat dasar ceria membuat dia menghadapi segala sesuatu secara positif sehingga dia mampu memberi penjelasan hingga akhirnya konsumen menerima.

Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
(Tribun jateng/ Hermawan Handaka)
Elisabeth Dias Dianing Ratri 

Pernah Dilempar Ponsel Pelanggan

TRIBUNJATENG.COM -- "Saya pernah dilempar HP (handphone) customer, rasanya sesuatu," ungkap Dias kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.

Emosinya pun sempat naik namun hanya sesaat. Setelah berhasil mengatasi rasa kaget, pemilik nama lengkap Elisabeth Dias Dianing Ratri ini menyunggingkan senyum ke pelanggan.

Sifat dasar ceria membuat dia menghadapi segala sesuatu secara positif sehingga dia mampu memberi penjelasan hingga akhirnya konsumen menerima.

Peristiwa itu terjadi saat sang konsumen marah lantaran pulsa yang baru saja dibeli amblas. Padahal, sang konsumen merasa belum menggunakan pulsa sebanyak itu. Dari penyelidikan singkat, Dias menemukan jawaban.

Pulsa pelanggan lenyap secara cepat lantaran penggunaan aplikasi ponsel yang membutuhkan data internet. Sementara, si konsumen tidak menyeting pulsa menjadi paket data.

Keesokan hari, Dias menerima telepon dari customer tersebut. Berat mengangkat ponsel sempat terasa ketika dia membayangkan akan dimaki-maki lagi. Namun, dugaannya salah, ternyata sang pelanggan ingin meminta maaf.

Protes, pengaduan, sekedar tanya mengenai kelebihan dan kekurangan produk Indosat menjadi makanan sehari-hari Dias. Dia sudah bergabung dan bekerja di Galeri Indosat Pandanaran sejak 2011.

Posisi awalnya sebagai customer servis. Ia juga pernah mengisi pos kasir dan beberapa jabatan lain sebelum akhirnya diangkat menjadi supervisor. Semua posisi yang ditempati memiliki kesamaan, berhubungan dengan konsumen.

Jika dilihat dari statistik, dalam sehari, setidaknya 400 orang hilir mudik ke Galeri Indosat dengan problema masing-masing. Jumlah pengunjung meningkat berlipat jika ada hajatan di Simpanglima atau pusat keramaian lain di Semarang.

"Esoknya, pasti banyak sekali yang datang karena masalah sama, ponsel dicuri di keramaian. Mereka ingin tetap menggunakan nomor sebelumnya dan kalau bisa, pulsa yang tersisa dikembalikan," cerita Dias.

Bukan hal sulit tetap menggunakan nomor yang sama setelah ponsel hilang. Apalagi, jika konsumen membawa stater pack sebagai bukti valid.

Problem muncul jika stater pack tidak disimpan dan saat registrasi, konsumen tidak memberi data secara benar. Misalnya, nama. Sementara, untuk pulsa, menurut Dias bisa dikembalikan jika penemu ponsel tidak menggunakan ponsel yang tersisa.

Pada prinsipnya, penyuka warna biru ini mengatakan, ia berusaha menjelaskan fakta kepada konsumen tanpa dilebihkan atau dikurangi. Itu pula yang selalu ia tekankan kepada anak buah. Sebagai misal, jika ada yang mengeluhkan jaringan, ia takkan menutupi jika suatu tempat tidak sebagus tempat yang lain. Itu terjadi karena banyak faktor, di antaranya semakin banyaknya gedung tinggi di Semarang.

"Sekarang, persaingan antar provider sangat ketat. Tapi, itu bukan berarti kami memberi data kepada konsumen mengenai produk kami yang dilebih-lebihkan. Tidak ada yang ditutupi," imbuh Dias.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Tags
smartwomen
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved