Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bermula Mengobatkan Mata, Yayah Muslihah Jadi Pengrajin Bulu Mata Palsu

Bermula Mengobatkan Mata, Yayah Muslihah Jadi Pengrajin Bulu Mata Palsu

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
net
YAYAH MUSLIHAH 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Yayah Muslihah adalah satu dari lima peraih Danamon Social Entrepreneur Awards (DSEA) 2015 yang digelar PT Bank Danamon Indonesia (Danamon). Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang secara individu berusaha membangun wirausaha berkelanjutan untuk mengatasi masalah sosial di lingkungannya.

Setelah melewati beberapa proses seleksi, Yayah dianggap pantas memperoleh penghargaan tersebut. Berikut ini ulasan singkat profil Yayah Muslihah yang mendirikan kerajinan bulu mata di Purbalingga Jawa Tengah. Dia adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Pada 2012 lalu, dia mencoba mencari tambahan penghasilan untuk menjadi pengrajin bulu mata palsu dari pengepul biasa ke perusahaan pengrajin bulu mata yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Alasan lain, dia ketika itu juga mempunyai tanggungan untuk mengobati penyakit kelainan mata yang dialami anak pertamanya yang harus rutin dibawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Spesialis Mata Cicendo di Kota Bandung Jawa Barat sehingga ia pun berusaha untuk mencari kerja sambilan untuk mendapatkan uang tambahan.

Tak lama berselang (kurang lebih 3 bulan berjalan --Red) berkat keseriusan serta keuletannya di saat menjadi pengepul pengrajin bulu mata, pimpinan PT Interwork Indonesia menawarkan Yayah Muslihah untuk bekerja sama menjadi mitra dalam mengerjakan bulu mata dari awal proses pengerjaan hingga finishing.

Tawaran itu pun tidak disia-siakan. Sehingga terbesit dalam hatinya berkeinginan untuk menciptakan lapangan kerja dan membantu perekonomian di daerah tempatnya tinggal yaitu di Desa Kedung Wuluh, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Saat ini perusahaan pengrajin bulu mata palsu miliknya ini yang telah diberi nama Yayah Eyeleases dan telah memiliki enam orang karyawan tetap di rumahnya. Lalu empat orang tenaga lepas pengepul yang setiap pengepul memiliki sekitar 20 orang.

Untuk memasarkan produksinya itu, Yayah selama ini tidak pernah mengalami hambatan karena pihak perusahan telah mengeluarkan pesanan melalui PO (Purchase Order). Tiga tahun berselang sekarang omzet perusahaan yang telah dirintis Yayah terus merambat naik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved