Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Awali Pekan, Rupiah Melemah Dekati Level 13.700 tapi IHSG Lanjutkan Kenaikan

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot, Senin (23/11/2015), bergerak melemah

Editor: rustam aji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menghitung uang dollar AS 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot, Senin (23/11/2015), bergerak melemah dan mendekati level 13.700.

Data Bloomberg pukul 09.00 WIB menunjukkan, mata uang garuda berada di posisi Rp 13.398 per dollar AS, lebih lemah dibandingkan penutupan pekan lalu pada Rp 13.623.

Hari ini, rupiah diprediksi rentan terkoreksi sebab pasar fokus menanti arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed. Namun, peluang penguatan terbuka karena investor mungkin melakukan aksi profit taking (ambil untung) dollar AS.

Akhir pekan lalu, Jumat (20/11/2015), di pasar spot, rupiah menguat 1,10 persen ke Rp 13.623 per dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah terapresiasi 0,34 persen ke posisi Rp 13.739 per dollar AS.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tri Wibowo menilai, rupiah berada pada fase konsolidasi. Mendekati rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 15-16 Desember 2015, pelaku pasar cenderung hati-hati. dollar AS masih menjadi instrumen andalan sehingga posisinya lebih kuat.

"Namun, di sisi lain, keunggulan dollar bisa dimanfaatkan investor untuk ambil untung (profit taking) dalam dollar. Ini membuka ruang penguatan rupiah," kata dia seperti dikutip Kontan.

Wahyu menambahkan, rupiah juga didukung sentimen dari pasar Asia.

Bank Sentral China (PBoC) kembali memberi stimulus dengan memangkas tingkat suku bunga pinjaman. Ini bisa memberi angin segar bagi mata uang kawasan Asia, termasuk rupiah.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Senin (23/11/2015) melanjutkan penguatan, setelah akhir pekan lalu melaju di zona hijau.

IHSG awal pekan ini dibuka naik 8,83 poin ke posisi 4.570,16.

Data RTI menunjukkan, hingga sekitar pukul 09.30 WIB, indeks bertambah 21,22 poin (0,47 persen) menjadi 4.582,56.

Tercatat 114 saham naik, 43 saham turun, dan 83 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 562,41 miliar dengan volume 588,48.

William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities memprediksi, indeks hari ini bergerak di 4.474–4.608. IHSG dalam pola konsolidasi dengan potensi menguat menuju resistance 4.608. Ini level penting yang perlu ditembus.

"Jika tembus, IHSG telah mengkonfirmasi pola uptrend jangka pendek," kata dia seperti dikutip Kontan. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved