Tribun Kampus
UIN Walisongo Semarang Terus Bertransformasi Mencerdaskan Bangsa
Perubahan nama tersebut diikuti oleh penambahan beberapa program studi (prodi) baru, di antaranya Sosiologi, Gizi, Ilmu Politik, Fisika, dan Matematik
INSTITUT Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang resmi berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Perubahan nama tersebut diikuti oleh penambahan beberapa program studi (prodi) baru, di antaranya Sosiologi, Gizi, Ilmu Politik, Fisika, dan Matematika. Prodi baru di UIN Walisongo Semarang telah memulai angkatan pertama pada tahun ini.
Secara keseluruhan, UIN Walisongo Semarang membuka 12 prodi baru. Semuanya diwadahi dalam tiga fakultas, yakni Ilmu Sosial dan Politik, Psikologi dan Kesehatan, serta Sains dan Teknologi.
Rektor Prof Dr Muhibbin MAg menjelaskan, penambahan tiga fakultas sekaligus prodi baru di UIN Walisongo Semarang merupakan wujud transformasi atas perubahan titel dari institut menjadi universitas. Ia sangat optimistis ketika mahasiswa angkatan pertama lulus, setiap prodi baru sudah mendapatkan akreditasi A.
"Mulai Desember 2015, kami lakukan upaya agar setiap prodi meraih akreditasi. Memang berat. Namun, kami mematok target setinggi-tingginya," terangnya, Selasa (24/11).
Sesuai peraturan, setiap prodi yang baru dibuka akan mendapatkan akreditasi C. Digadang, empat tahun lagi atau sesuai masa studi jenjang S1, prodi baru di UIN Walisongo Semarang sudah meraih akreditasi maksimal.
Sekadar informasi, pembukaan 12 prodi baru di UIN Walisongo Semarang merupakan tindak lanjut dari operasional tiga fakultas baru, yaitu Ilmu Sosial dan Politik, Psikologi dan Kesehatan, serta Sains dan Teknologi. Khusus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, prodi yang baru saja dibuka adalah Sosiologi dan Ilmu Politik.
Sementara untuk Fakultas Psikologi dan Kesehatan, prodi yang baru dibuka adalah Gizi dan Psikologi. Fakultas Sains dan Teknologi paling banyak memiliki prodi baru, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Pendidikan Matematia, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Biologi.
"Kami membuka tiga fakultas baru karena IAIN sudah bertransformasi menjadi UIN. Ada beberapa prodi yang tidak mungkin diwadahi oleh fakultas sebelumnya," imbuh Muhibbin.
Nah, ke depan, UIN Walisongo Semarang akan mengajukan penambahan prodi guna melengkapi fakultas yang sudah ada. Ia mengambil contoh prodi Kesehatan Masyarakat dan Farmasi untuk Fakultas Kesehatan dan Psikologi.
"Kami bakal memberi akses bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat lewat pembukaan beberapa prodi baru. Dengan begitu, kesempatan masyarakat untuk belajar di UIN Walisongo Semarang kian terbuka lebar," papar Muhibbin.
Sebelum melakukan penambahan prodi baru, ia menyebut, jajaran UIN Walisongo Semarang selalu mengadakan survei. Meski begitu, pihak kampus tak lantas mengesampingkan regulasi yang ada.
"Kami menampung kemauan masyarakat. Harapannya, UIN Walisongo Semarang benar-benar mampu membantu mencerdaskan kehidupan bangsa," tegasnya.
Dalam masa jabatannya hingga empat tahun ke depan, Muhibbin pun bercita-cita membuka sedikitnya 10 prodi baru di UIN Walisongo Semarang. Selanjutnya, ia menaruh harapan kepada sang penerus untuk melakukan gebrakan nan lebih inovatif dan membawa perubahan positif bagi universitas maupun khalayak. (adv)
Alamat : Jl. Walisongo no 3-5 Semarang, Tlp 024-7604554, fax 024-7601293
Website : www.walisongo.ac.id
Email : uin@walisongo.ac.id, humaswalisongo@yahoo.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/uin-walisongo-semarang_20151126_105604.jpg)