Tribun Kampus
UIN Walisongo Semarang Terus Bertransformasi Mencerdaskan Bangsa
Perubahan nama tersebut diikuti oleh penambahan beberapa program studi (prodi) baru, di antaranya Sosiologi, Gizi, Ilmu Politik, Fisika, dan Matematik
Ajak Pakar dari Luar Negeri
Menteri Agama Resmikan Tiga Fakultas Baru di UIN Walisongo
GUNA mendukung dan percepatan perkembangan program studi (prodi) baru di UIN Walisongo Semarang, Rektor Prof Dr Muhibbin MAg mengambil langkah jitu. Ia memperkuat kerja sama dengan kampus luar negeri.
Selama satu minggu, tepatnya pada pertengahan November 2015, Muhibbin mengunjungi beberapa universitas di Eropa. Dua di antaranya adalah Vrije Amsterdam University di Belanda dan Gottingen Univeristy di Jerman.
"Sesungguhnya, kerja sama di Belanda dan Jerman, sudah berjalan dalam beberapa aspek misalnya saling mengirim dosen dan seminar bersama. Meski demikian kerjasama itu belum dituliskan dalam nota kesepahaman, oleh karena itu saya kemarin kesana untuk menandatangani kesepakatan itu," terangnya.
Dalam kerjasama dengan Vrije University ia ingin membuat klausul tentang pertukaran materi pembelajaran, pertukaran guru besar, hingga seminar bersama. Menurutny sangat penting jika profesor dari Belanda berkenan hadir untuk mengisi kuliah setidaknya selama dua minggu.
di Gottingen, Muhibbin bekerjasama dengan dua lembaga sekaligus yakni Islamic Studies dan Prodi Astronomi di Universitas Tersebut. Hal itu dilakukan karena Muhibbin kedepan akan mengembangkan pusat studi ilmu falaq dan planetarium di UIN.
"di UIN sudah prodi Ilmu Falaq bahkan kami sudah ditetapkan menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi yang mengembangkan ilmu Falaq dari S1 hingga S3 itu yang ada hanya di Semarang," terangnya. Meski demikian ia tidak ingin nantinya ilmu falaq hanya berkutat untuk menentukan waktu Salat, penentuan awal Ramadan, hingga penentuan Kiblat saja.
"yang ingin kami kembangkan adalah mengembalikan ilmu falaq sesuai dengan hakikat aslinya yakni astronomi islam, mempelajari gugusan bintang, planet, jadi lebih luas lagi, nah itu yang sudah kita canangkan dengan mengundang pakar astronomi dari Gottingen University," imbuhnya. Selain itu, kerjasama lainnya akan dikembangkan dalam pertukaran mahasiswa yang kemudian akan dibahas lebih lanjut.
di lain sisi menurt Muhibbin, Prof Dr Irene Schneider dari ISlamic Studies Gottingen menyambut baik uluran kerjasama yang dilakukan UIN Walisongo. Mereka sudah menyiapkan pakar dengan berbagai spesifikasi untuk menyumbangkan idenya di UIN. "Bahkan mereka berharap UIN bisa menerima mahasiswa non muslim dari sana, dan saya jawab kita selalu terbuka menerima mahasiswa dari latar belakang agama mana saja," pungkasnya. (*)