Pilwakot Semarang

Komentar Soemarmo Soal Hasil Pilwakot Semarang: "Saya Tidak Mengatakan Kalah, Tapi. . . "

Namun, satu catatan perlu saya sampaikan..

Editor: a prianggoro
tribunjateng/galih permadi
Hendi dan Soemarmo menandatangani persetujuan desain surat suara di kantor KPU Kota Semarang, Jumat (6/11). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasangan Soemarmo HS-Zuber Safawi mengaku legawa menerima apapun keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang atas hasil Pemilihan Wali Kota (Pilwakot), 9 Desember lalu.

"Bahwa di dalam sebuah pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Saya tidak mengatakan kalah, hanya keberuntungan atau keberhasilan yang tertunda," kata Soemarmo, di sela-sela tasyakuran Tim Pemenangan Marmo-Zuber untuk Pilwakot Semarang 2015 yang digelar di kediaman Soemarmo di Banyumanik, Semarang, Minggu (12/12) malam.

Soemarmo mencalonkan diri sebagai wali kota Semarang, bersama Zuber Safawi sebagai calon wakil wali kota. Keduanya diusung oleh koalisi PKB dan PKS.

Mantan Wali Kota Semarang itu menyatakan, dia, Zuber, dan partai politik pengusungnya sudah bersepakat akan tetap menghargai siapa pun yang menjadi pemenang pada pilkada Kota Semarang.

"Namun, satu catatan perlu saya sampaikan. Kalau ada masyarakat yang sampai saat ini menyampaikan laporan dugaan adanya kecurangan, saya, Pak Zuber, dan tim pemenangan tidak bisa menyetop," katanya, seperti dikutip Antara, Senin (13/12).

Menurut dia, hak masyarakat untuk melaporkan jika ada dugaan kecurangan dalam proses penyelenggaraan Pilkada yang harus ditangani dengan baik oleh penyelenggara, baik Panitia Pengawas maupun KPU.

"Saya dan Pak Zuber tidak ikut ambil bagian dalam hal itu. Itu masyarakat. Mereka kan melaporkan jika ada kecurangan, bukan menyampaikan pasangan nomor urut satu (Marmo-Zuber--Red) dicurangi," katanya.(TRIBUNJATENG/Cetak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved